Jawaban Hengky Kurniawan Perihal Kontroversi Program “Sekolah Ibu”

Menurutnya program tersebut ditujukan untuk pemahaman berumah tangga untuk para istri.
, Majalah Kartini | 31/12/2018 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Mantan pesinetron tampan, Hengky kurniawan yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Bandung Barat sempat banyak menjadi perbincangan berkat program Sekolah Ibu yang akan diluncurkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belakangan ini. Program tersebut banyak dikritik karena tujuan program tersebut untuk menekan kasus perceraian di Bandung Barat, di mana banyak perempuan merasa ada ketimpangan kesetaraan gender sebagai penyebab perceraian yang digagas Hengky.

Menanggapinya, Hengky pun meluruskan hal tersebut dan meminta maaf.  “Tujuan didirikannya Sekolah Ibu untuk memberikan pemahaman tentang berumah tangga, bagaimana menghadapi suami, bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak kita yang beranjak dewasa, dan banyak materi lainnya yang nanti akan diajarkan di sekolah ibu,” ujar Hengky dikutip dari Instagram resminya (30/12).

Salah satu kritik juga datang dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany. “Kaget baca Instagram Hengky Kurniawan, Wakil Bupati Bandung Barat. Mau buat Sekolah Ibu untuk menekan angka perceraian katanya. Bikin sekolah sih ok-ok aja ya. Tapi maksudnya untuk menekan angka perceraian itu apa ya? Memang cerai selalu karena ibu?” tulis Tsamara di Twitter resminya. “Persoalannya juga tidak se-simple caption-nya Pak Hengky ini. Angka cerai karena KDRT itu tinggi. Dan itu bukan tentang cara Ibu menghadapi suami, tapi cara suami menghadapi Ibu,” tandas Tsamara.

Menanggapi berbagai kritikan yang bermunculan, Hengky menambahi penjelasannya dalam caption. Ia menegaskan tidak menyalahkan setiap ibu atau istri dalam kasus perceraian. Hengky meminta maaf apabila perkataannya ada salah pemahaman atau kurang berkenan.

“Note: tidak ada yang menyalahkan ibu dalam kasus perceraian. Program ‘Sekolah Ibu’ berhasil menekan angka perceraian di kota Bogor. Seperti yang Kang Bima sampaikan ke saya waktu study banding. Ibu-ibu yang tadinya menuntut cerai suaminya akhirnya menarik gugatan cerainya setelah mengikuti Sekolah Ibu. Tentu ini program baik yang bisa kita contoh. Pematerinya dari kalangan profesional, psikolog, dosen, profesor, polwan, wanita karier yang sukses. Dan program ini mendapatkan apresiasi dari Bapak Gubernur. Bila ada yang salah dalam pemahaman atau kurang berkenan, mohon dimaafkan. Haturnuhun…,” tulis Hengky. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: