Jawab Sandiaga Atas Sangkalan Polisi Terkait Persekusi & Kriminalisasi Najib

Isu yang diangkat di debat capres-cawapres perdana tersebut kini meninggalkan polemik.
, Majalah Kartini | 23/01/2019 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Saat debat capres-cawapres perdana beberapa waktu lalu, berbagai data dan perkataan yang keluar dari tiap paslon tentu memperoleh perhatian. Salah satu yang menarik perhatian banyak orang adalah pernyataan Sandiaga Uno, cawapres nomor urut 02 yang mengatakan baha ada persekusi dan kriminalisasi seorang nelayan di Karawang bernama Nazibulloh alias Najib. Usai debat tersebut, Kapolres Karawang AKBP Slamet Waluyo menyangkal pernyataan pasangan calon Prabowo Subianto tersebut. “Jadi sebenarnya seperti yang kita sampaikan dalam konferensi pers bersama Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah), bahwa sebenarnya tidak ada terjadi persekusi maupun kriminalisasi,” tandas Kapolres Karawang dilansir dari Detikcom (20/1).

Berdasarkan fakta hukum yang ada, Slamet menyebut, ada dua perkara yang dilaporkan ke Polres Karawang. Pertama laporan kasus penganiayaan terhadap Nazibulloh yang berstatus sebagai pelapor dan korban. Pada kasus itu, polisi telah melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan fakta yang ada. Bahkan, Slamet menegaskan,telah menetapkan satu orang tersangka penganiayaan, berinisial SH. “Kita sudah tetapkan tersangka. SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) juga sudah kita kirim ke kejaksaan, sekarang sedang dalam pemberkasan,” tegasnya.

Menanggapi sangkalan pihak kepolisian tersebut, cawapres Sandiaga Uno mengatakan apa yang disampaikan merupakan cerita langsung dari warga. “Itu suara rakyat yang disampaikan kepada saya waktu saya lagi kunjungan ke Cilamaya,” tandas Sandi di Desa Pidangsambo, Karawang, Jawa Barat (22/1).

Sandiaga mengatakan seharusnya suara rakyat seperti yang diutarakan Najib dibantu, bukan dibantah. Menurutnya, bantahan bisa menimbulkan tudingan. “Kalau kita saling bantah, akhirnya rakyat tidak kita beri pelayanan yang baik, justru tuding-menuding. Jangan lupa, satu tudingan itu selalu akhirnya memposisikan rakyat yang tertindas. Itu harus kita bela,” ujarnya.

Mantan Wagub DKI itu mengatakan akan mengangkat suara rakyat. Dengan begitu, kata Sandi, rakyat bisa merasakan keadilan dari pemerintah. “Kami mau mengangkat suara rakyat tersebut. Bukannya dibantah, tapi dibantu. Alangkah baiknya kalau sudah dibantu dan sudah ditangani. Dengan begitu, rasa keadilan bisa kita rasakan,” imbuh Sandi. (*)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: