Jangan Keliru! Ini Penjelasan Soal Kenaikan Pajak Kendaraan

Naiknya pajak kendaraan yang dipahami keliru membuat masyarakat resah. Berikut penjelasan lengkap dari ditlantas polri bahwa kenaikan itu tidak berkaitan dengan pajak kendaraan tahunan.
, Majalah Kartini | 06/01/2017 - 15:45

jangan-keliru-ini-penjelasan-soal-kenaikan-pajak-kendaraan

MajalahKartini.co.id – Perubahan tarif pajak kendaraan dalam Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan kepolisian banyak dipahami keliru oleh masyarakat menimbulkan keresahaan. Sehingga menimbulkan keresahan. Di mana masyarakat mengira harus bayar pajak dua sampai tiga kali lipat dari yang biasa dibayarkan setiap tahunnya. Misalkan, masyarakat biasa membayar Rp 250.000 dikira harus membayar sebesar Rp 500.000 – Rp 700.000. Namun sebenarnya tidak demikian.

Humas ditlantas polri melalui siaran persnya (6/1), mengatakan, terbitnya PP No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif PNBP tidak lantas membuat masyarakat membayar pajak sebesar dua sampai tiga kali lipatnya dari yang biasa dibayarkan. Melihat dari judul PP tersebut, dikatakan sangat jelas bukan pajak kendaraan yang naik. Berdasarkan rilis tersebut, sebenarnya infogratik yang diterbitkan pihak kepolisian sudah sangat jelas apa saja tarif yang naik.

Namun, infografik tersebut masih membingungkan bagi sebagian orang. Mempermudah memahami berapa kenaikan biaya yang harus kita bayar, mari bersama buka STNK surat ketetapan Pajak Daerah yang kita miliki. Administrasi yang harus kita bayar, antara lain:

1. BBN-KB (Biaya Balik Nama Kendaran Bermotor)
2. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
3. SWDKLLJ (Asuransi Jasa Raharja)
4. BIAYA ADM. STNK
5. BIAYA ADM. TNBK

Dari kelima point di atas, bisa dibandingkan dengan point yang ada dalam PP no 60 tahun 2016, maka poin 2 Pajak Kendaraan Bermotor tidak ada kenaikan. Yang naik adalah point berikut:

A. BBN-KB (jika kita melakukan balik nama)

B. BIAYA ADM. STNK :

(1) Penerbitan STNK dibayar setiap 5 tahun sekali semula 50 ribu menjadi 100 ribu untuk roda 2 dan 3, sementara untuk roda 4 atau lebih naik dari 75 ribu menjadi 200 ribu.

(2) Stempel Pengesahan STNK yang semula gratis menjadi 25 ribu untuk roda 2 dan tiga, sementara roda 4 atau lebih sebesar 50 ribu dibayar tiap tahun.

C. BIAYA ADM TNBK :

Biaya ganti plat nomor baru dibayar tiap 5 tahun sekali, naik dari 30 ribu menjadi 60 ribu untuk roda 2 dan 3, sementara roda 4 atau lebih naik dari 50 ribu menjadi 100 ribu.

Rincian di atas jelas menunjukkan bahwa masyarakat tidak dibebankan untuk membayar dua sampai tiga kali lipat dari yang biasa dibayarkan. Tetapi kenaikan yang harus kita tanggung adalah bagian point Biaya Adm. STNK dan TNBK. (Sopan Sopian/Foto: Sugiri.net)

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: