Inspirasi Taman Indoor dalam Hunian

Ketahui tips dan trik mendesain rumah impian dengan taman di dalamnya. Penasaran? Simak jawabannya di sini.
, Majalah Kartini | 28/10/2018 - 15:00

MajalahKartini.co.id – Setiap rumah tentu akan tampak lebih asri, sejuk, dan nyaman jika dilengkapi dengan taman hijau yang segar. Namun, penerapan taman tidak harus melulu berada di depan atau belakang halaman rumah. Pasalnya, Anda akan mendapatkan sensasi berbeda sekaligus modern ketika menerapkan taman di dalam hunian dan melebur dengan ruang lainnya.

Gaya interior skandinavian, urban, modern, minimalis, dan futuristik adalah tema-tema yang tepat disandingkan dengan penerapan taman dalam hunian. Interior stylist, Susanti, menjelaskan kepada Kartini. “Tidak semua tema hunian cocok menerapkan taman indoor, karena kebersihan dan keteraturan adalah hal penting yang dapat membuat taman indoor tampak lebih stunning,” paparnya. Dominasi warna putih bersih adalah suatu anjuran yang wajib Anda ikuti ketika mendesain rumah dengan taman unik di dalamnya.

“Warna putih akan membuat ruangan tampak lebih bersih dan luas, tidak terlalu banyak distraksi warna lain juga akan membuat taman di dalam ruangan sebagai sentral perhatian,” tandas Susanti. Sedangkan untuk pemilihan lokasi taman, Anda dapat memilih di tengah hunian, seperti di antara ruang keluarga, lorong, ruang makan, atau area paling favorit biasanya berada di bawah tangga. “Tanaman akan lebih leluasa tumbuh menjulang jika di atap hunian memiliki flapon tinggi, dan flapon tinggi tentu umumnya berada di area tangga yang menghubungkan antara lantai dasar dan lantai di atasnya,” ujar Susanti mantap.

Sekat Kaca

Nuansa kekinian akan hadir dengan menerapkan aksen kaca disekeliling taman dalam hunian. “Sekat kaca, bisa jendela kaca yang besar atau pintu geser kaca. Dengan membiarkan taman hijau hidup diselimuti kaca tentu membuat ruang terasa asri tanpa takut kotor akibat tanah atau daun yang jatuh di luar area taman,” pungkas Susanti. Selain itu, melihat tanaman-tanaman hijau tumbuh cantik di dalam sebuah ruang kaca juga dapat menjadi keunikan tersendiri dalam hunian. “Anda akan merasa memiliki museum atau kebun di dalam rumah. Sensasi itu berkat taman yang disekati kaca,” tambah Susanti.

Penerapan material kaca juga dapat memberi keuntungan bagi Anda dalam hal perawatan tanaman, serta menjaga kebersihan dalam rumah. “Namun, pastikan area taman tersebut jangan diberi atap atasnya. Biarkan udara dan sinar matahari masuk dan mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal,” saran Susanti. Meski demikian, Anda tidak harus menerapkan sekat kaca jika aksen kaca bukan selera Anda dalam menata hunian.

Taman Melebur dengan Ruang

Apabila taman berselimut material kaca bukan pilihan Anda, maka Anda dapat memilih desain taman indoor dengan memilih lokasi yang tepat. “Taman indoor bisa juga diterapkan melebur dengan ruangan lain dalam hunian. Tetapi pastikan Anda memilih jenis tanaman yang tepat. Tanaman yang dapat hidup secara baik di dalam ruangan. Itu menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Karena tidak semua jenis tanaman dapat tumbuh maksimal di dalam ruangan,” terang Susanti.

Untuk mengganti sekat kaca, Anda dapat memberikan aksen batu atau kerikil di tepi taman tersebut sebagai pembatas antara taman dan ruang lainnya. Taman indoor tanpa kaca juga dapat diterapkan di lorong hunian. “Ketika Anda memiliki rumah berbentuk kotak atau square, di mana tengah hunian kosong, maka Anda dapat membuat taman di tengahnya. Sehingga taman bisa dinikmati dari lorong di setiap sisinya. Terlebih jika hunian Anda tingkat. Maka balkon lantai atas juga akan dapat menikmati indahnya taman yang berada di sentral hunian,” pungkas Susanti.

Minim Pernik

Ingat, terlalu banyak perabot rumah tangga atau pernik di dalamnya akan membuat taman di dalam ruang tenggelam dan tak memperoleh perhatian. Selain itu, hunian pun akan tampak lebih sempit dan kotor jika Anda memiliki taman dalam rumah diiringi banyaknya perabot di sekelilingnya. “Untuk estetika rumah tentu hal itu tidak dianjurkan. Pilihlah satu poin untuk menjadi sentral perhatian. Hindari hal-hal yang dapat merusaknya. Memilih taman dalam ruangan adalah sebuah keputusan cukup berani, oleh karena itu jangan sia-siakan dengan membuatnya buruk akibat terlalu banyak pernik dalam rumah,” tegas Susanti. Jika rumah Anda bergaya skandinavian, maka pilihlah dekorasi atau furnitur minimalis dan urban untuk melengkapi hunian, material kayu diperlukan sebagai penyempurna di sini. Sedangkan jika tema futuristik yang Anda pilih sebagai tema utama hunian, maka aksen metal, transparan, kaca, perak, adalah material paling tepat untuk memadukannya.

Peduli Perawatannya

Jika taman dalam hunian sudah Anda miliki, maka perawatan adalah tugas selanjutnya yang harus Anda emban untuk menjaga taman selalu tampak memesona. “Pastikan tanaman-tanaman memperoleh air yang cukup, pupuk, serta sinar matahari. Gunting dan rapikan daun-daunan yang sudah mulai berantakan. Untuk perawatan umum seperti menyiram tanaman lakukan setiap hari, kemudian lakukan juga pengecekan menyeluruh minimal satu minggu sekali. Hal itu guna memastikan taman dalam kondisi baik, karena jika tidak, justru taman yang bertujuan untuk mempercantik hunian dapat berbalik menjadi sumber penyakit bagi orang di sekitarnya,” tandas Susanti. “Bayangkan saja jika taman tidak terawat, dibiarkan ada genangan air, dan kotor tentu dapat memancing nyamuk atau bersarangnya sumber penyakit,” tambahnya lagi. (*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: