Ini Penemuan Komnas Perempuan Soal Kasus Kendeng

Ada beberapa yang menjadi penemuan Komnas Perempuan dari hasil pemantauan.
, Majalah Kartini | 22/04/2017 - 10:01

Ini-Penemuan-Komnas-Perempuan-Soal-Kasus-Kendeng

MajalahKartini.co.id – Komnas Perempuan melakukan pemantauan terhadap pelanggaran HAM perempuan dalam konflik pertambangan dan rencana pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Jawa Tengah sepanjang tahun 2015-2017, sebagai respon terhadap pengaduan perempuan Kendeng, pada tahun sejak 2014 saat mereka alami kekerasan.

Ada beberapa yang menjadi penemuan Komnas Perempuan dari hasil pemantauan, eksplorasi pegunungan Kendeng telah, menjauhkan warga dari sumber kehidupannya. Berpotensi memusnahkan situs bersejarah, makam leluhur dan mata air, sementara masyarakat Kendeng meyakini air adalah spiritualitas perempuan yang jika dijauhkan sama dengan menghilangkan jiwa Perempuan.

“Rusaknya ekosistem dan keanekaragaman hayati, padahal air yang disimpan di gunung karst adalah tempat bergantungnya pertanian masyarakat,” kata Nurherawati dalam paparannya di kantor Komnas Perempuan, Jumat (21/4). Kemungkinan gagal atau menurunnya hasil panen karena menurunnya daya dukung lingkungan.

Perempuan akan kehilangan pengetahuan aslinya, tanaman obat yang diidentifikasi setidaknya 52 jenis sebagai apotik masyarakat, lambat laun dikhawatirkan akan punah. “Terjadi kehancuran dan kerusakan alam yang parah dengan penambangan batu kapur. Polusi berat udara karena debu yang diakibatkan lalu lalangnya kendaraan pengangkut bahan baku batu kapur di area penambangan dan perkampungan,” lanjut dia.

Dirinya melanjutnya, retaknya kohesi sosial bahkan hubungan kekeluargaan akibat perbedaan keberpihakan pro dan tolak semen. Adanya KDRT karena pekerja dan yang bekerja menunjang pabrik semen. Perempuan di Surokontho Wetan yang lahannya dijadikan wilayah tukar guling PERHUTANI Kendal akan kehilangan tanah sumber kehidupan dan memaksa mereka migrasi.

Terganggunya wilayah sakral dan hak budaya masyarakat, karena kehadiran pabrik semen di dekat lokus yang disakralkan dan lokus spiritual yang dihormati warga. Padahal lokus tersebut bagian dari situs sejarah penting bagi bangsa.

Kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap perempuan, baik kekerasan yang dialami perempuan saat demonstrasi menentang pendirian semen maupun ancaman pada WHRD oleh preman, aparat, juga oleh tetangga. Indikasi trafficking dan potensi migrasi paksa karena pabrik semen. Perempuan penambang mengalami kematian karena tertimbun longsor saat menambang. (Foto: Raga Imam)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: