Ini dia Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) akhirnya memberikan laporan terkait investigasi mengenai kasus penyiraman air keras yang melukai mata Novel Baswedan.
, Majalah Kartini | 18/07/2019 - 07:20

MajalahKartini.co.id – Rabu (17/7/2019) Juru Bicara Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan, Nur Kholis menyampaikan hasil investigasi yang telah dilakukan ia bersama timnya selama enam bulan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

novel baswedan

sumber : istimewa

Nur Kholis mengatakan bahwa TGPF menemukan fakta bahwa ada tiga orang yang tidak dikenal menjadi terduga penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Dikutip dari liputan 6.com, Nur Kholis mengatakan, pihaknya telah melakukan reka ulang TKP dan menganalisa isi CCTV di sekitaran kediaman Novel.

“Wawancara ulang saksi-saksi dan saksi tambahan, juga analisis pola. TPF cenderung pada fakta lain, 5 April 2017 ada satu orang tidak dikenal mendatangi rumah Saudara Novel. Kemudian 10 April 2017 ada dua orang tidak dikenal datang, diduga berhubungan dengan penyerangan,” tutur Nur Kholis.

Tidak hanya itu, tim TGPF juga menemukan fakta kuat kuat bahwa tinggi kemungkinan penyerangan tersebut berkaitan dengan penanganan kasus yang tengah digeluti oleh Novel. Serang tersebut diduga kuat bukan untuk membunuh melainkan memang untuk membuat korban menderita.

“TPF meyakini adanya probabilitas bahwa serangan pada wajah bukan untuk membunuh, tapi membuat korban menderita. Bisa untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran korban. Atas sendiri atau disuruh orang lain,” tutur Nur Kholis.

Selain itu Nur Kholis juga mengatakan bahwa air keras yang digunakan untuk menyiram Novel Baswedan adalah jenis asam sulfat H2SO4 yang berkadar larut tidak pekat. Efeknya akan memberikan kerusakan pada bagian tubuh namun tidak mengakibatkan kematian.

Baca Juga : Peringatan 700 Hari Kasus Novel Baswedan, KPK Gelap dan Diam

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: