Ini 4 Unicorn Kebanggaan Indonesia!

Di era digitalisasi saat ini, perusahaan unicorn banyak berdiri dan berhasil terus berkembang.
, Majalah Kartini | 18/02/2019 - 16:00

MajalahKartini.co.id – Dalam debat capres putaran kedua pada 17 Februari 2019 malam, Capres petahana Joko Widodo menanyakan penantangnya, Prabowo Subianto tentang strategi mengembangkan unicorn di Indonesia. Pertanyaan balik Prabowo yang berujar “Unicorn ini maksudnya yang online-online itu ya pak?”, kini pun ramai diperbincangkan para pendukung kedua kubu. Lantas apa saja unicorn milik anak bangsa? Berikut ini daftarnya:

 

GO-JEK

Perusahaan startup pertama yang mendapat gelar unicorn, GO-JEK merupakan perusahaan yang melayani transportasi khususnya jasa ojek. GO-JEK yang didirikan oleh Nadiem Makariem pada tahun 2010 silam ini memiliki 20 pengemudi pada awal berdirinya. Sistem awal pemesanan GO-JEK ini dilakukan melalui call center yang menghubungkan antara penumpang dan pengemudi. Namun, di tahun 2015 silam GO-JEK secara resmi meluncurkan aplikasi berbasis online yang dapat diunduh di Google Play Store dan App Store. Saat ini, GO-JEK telah mendapat suntikan dana dari 8 investor, salah satunya Sequoia Capital.

 

Tokopedia

Setelah GO-JEK, perusahaan startup kedua yang menjadi unicorn adalah Tokopedia. Tokopedia merupakan perusahaan e-commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya di tahun 2009 silam. Pendanaan awal Tokopedia didapat dari PT Indonusa Dwitama. Di tahun 2017, Tokopedia mendapat pendanaan sebesar 1,1 miliar dari Alibaba. Sejak saat itu, Tokopedia menjadi perusahaan unicorn kedua di Indonesia. Belum lama ini, Tokopedia terpilih seabagai aplikasi terbaik pilihan masyarakat yang menyediakan produk digital, seperti pembayaran pulsa, listrik, tagihan telepon, dan sebagainya.

 

Traveloka

Perusahaan startup unicorn ketiga di Indonesia adalah, Traveloka. Traveloka merupakan aplikasi layanan teknologi yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dengan berfokus pada perjalanan keliling Indonesia. Traveloka didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, serta Albert Zhang. CEO Traveloka sejak didirikan hingga saat ini adalah Ferry Unardi. Ide membangun Traveloka muncul saat Ferry merasa kesulitan dalam memesan tiket pesawat. Di tahun 2017 silam, Traveloka berhasil menjadi unicorn berkat investasi yang dilakukan oleh perusahaan asing, Expedia. Kini pun jasa pelayanannya kian meluas tak hanya menjual tiket pesawat saja, tetapi juga hotel dan rekomendasi tempat wisata.

 

Bukalapak

Nah, ini unicorn yang sempat viral belum lama ini akibat tweet dari sang CEO dan pendirinya, Achmad  Zaky. Bukalapak berdiri sejak tahun 2010, Bukalapak berhasil menambah deretan perusahaan startup unicorn keempat di Indonesia. Bukalapak, awalnya mendapat penambahan modal awal dari Batavia Incubator. Setelah itu, di tahun 2018 Bukalapak mendapat suntikan dana dari perusahaan asal Korea Selatan, Mirae Asset dan Naver Asia Growth Fund sebesar kurang lebih Rp700 miliar. Bukalapak juga memiliki program untuk memfasilitasi para pelaku UKM di Indonesia. Sama dengan yang lainnya, Bukalapak juga dapat diunduh di Google Play Store dan App Store.

Dari keempat perusahaan startup unicorn di atas, mana yang paling sering Anda gunakan, Sahabat  Kartini?

 

 

Teks : Ibnu Ryandha

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: