Imunoterapi PD-L1, Pengobatan Terbaru Penyakit Melanoma

Selain radioterapi dan kemoterapi, melanoma bisa diatasi dengan imunoterapi anti PD-L1.
, Majalah Kartini | 02/11/2017 - 10:02


MajalahKartini.co.id – Dulu dengan bedah dan kemoterapi, keberhasilan terapi melanoma tidak terlalu tinggi. Saat ini sudah ada terapi baru yang menghasilkan respon terapi sangat bagus dengan imunoterapi. Contoh kasus terbaru adalah mantan Presiden Ameriksa Serikat Jimmy Carter. Jimmy yang usianya sudah lebih dari 80 tahun ini dinyatakan “remisi” dari melanoma metastasis dengan pengobatan imunoterapi anti PD-1.

Dr. Suria Nataatmaja selaku Medical Director MSD Indonesia menjelaskan, imunoterapi anti PD-L1 dapat digunakan untuk mengobati melanoma sebagai salah satu pilihan pengobatan melanoma selain radioterapi dan kemoterapi. “Saat ini anti PD-1 merupakan satu-satunya imunoterapi yang sudah masuk ke Indonesia. Tahun lalu, anti PD-1 mendapatkan ijin BPOM untuk terapi kanker paru, dan sejak Oktober 2017 lalu mendapatkan tambahan indikasi untuk terapi melanoma,” jelas dr. Suria dalam diskusi “Terapi terbaru Melanoma” yang diselenggarakan MSD Indonesia di Jakarta, Senin (30/10).

Penelitian Fase 1-3 pengobatan melanoma dengan PD-1 menunjukkan suatu respon positif baik pada kulit Kaukasian dan kulit Asia. Dalam penelitian, imunoterapi dibandingkan dengan kemoterapi, dan hanya 8% pasien yang mendapatkan kemoterapi yang survive. Pasien yang diberikan imunoterapi memiliki perbaikan atau kesempatan hidup 4 kali lebih lama, dan rata-rata memiliki usia 9 bulan lebih lama (2 kali lebih panjang dibandingkan kemoterapi).

Cara kerja imunoterapi anti PD-1 adalah mengatifkan sistem imun tubuh. Limfosit, salah satu sel imun tubuh secara alamiah akan menyerang benda asing yang mengancam kesehatan, termasuk sel kanker. Tetapi ada kondisi di mana sel kanker menghasilkan protein PD-L1 yang membuat ia tidak dikenali sel limfosit. Obat anti PD-1 akan mencegah ikatan PD-1 dengan PD-L1 pada limfosit dan sel kanker sehingga ia dapat mengenali sel tumor sebagai benda asing yang harus dihancurkan.

Di Indonesia, sesuai dengan indikasi yang disetujui, imunoterapi diberikan untuk terapi lini pertama pada pasien melanoma yang unresectable. Ada perlakuan berbeda imunoterapi untuk kanker paru dan melanoma. Jika untuk kanker paru harus dilakukan pemeriksaan jumlah eskpresi PD-L1 terlebih dahulu, maka untuk melanoma tidak perlu karena hampir semua kanker melanoma (hampir 100%) mengekspresikan PD-L1. Anti PD-1 diberikan dalam bentuk suntikan setiap 3 minggu, selama 6 bulan.

“Kami dari MSD berkomitmen untuk memperluas akses imunoterapi anti PD-1 supaya bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh pasien melanoma di Indonesia. Saat ini obat anti PD-1 belum masuk e-katalog BPJS. Sehingga saat ini hanya bisa digunakan pasien non-BPJS. Namun kami masih berjuang agar tahun depan ke BPJS. Dengan masuk ke BPJS lebih banyak lagi pasien melanoma yang terbantu,” ujar dr. Suria. (Foto: Andim)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: