Hilangkan Phobia Anak Terhadap Jarum Suntik Saat Sunat

Menghilangkan penggunaan jarum suntik anak lebih nyaman dan bebas nyeri ketika disunat.
, Majalah Kartini | 15/11/2017 - 13:09

MajalahKartini.co.id – Sejak ditemukannya jarum suntik sekitar tahun 1850an, pemberian obat melalui suntikan menjadi bagian utama tindakan medis, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan baik yang bersifat akut maupun kronik. Dokter maupun petugas kesehatan di seluruh dunia hampir pasti pernah menggunakan alat ini.

Meski manfaat jarum suntik cukup banyak, ada kalanya pasien memiliki ketakutan akan jarum suntik yang terbuat dari logam dengan lubang ditengahnya dan tajam diujung tersebut. ”Bayangan akan rasa nyeri atau phobia ketika jarum menembus kulit, menjadi salah satu keluhan utama,” jelas Firesta Farizal, M.Psi, Psikolog Anak pada press conference Revolusi Sirkumsisi Tanpa Jarum Suntik oleh Rumah Sunatan di Puri Denpasar Jakarta, Selasa (14/11).

Pada mereka kelompok individu yang demikian, tentunya kepatuhan seseorang untuk menerima pengobatan yang memang harus diberikan melalui media jarum suntik menjadi menurun. Di sisi lain, cost yang dikeluarkan untuk pembiayaan jarum suntik sekali pakai juga cukup besar.

Lebih lanjut the American Psychiatric Association mengatakan phobia jarum suntik mempengaruhi sekitar 10 persen populasi orang di dunia. Besarnya populasi ini menjadikan beberapa perusahaan alat kesehatan berlomba-Iomba melakukan inovasi mulai dari memperkecil ukuran jarum suntik untuk menggurangi nyeri, hingga teknologi terkini suntikan tanpa jarum. Lebih lanjut Firesta mengatakan bahwa sunat merupakan proses memorable yang hanya dilakukan sekali dalam hidup, dan harus dilewati anak. ”Jadi sebisa mungkin pengalaman sunat ini bukan menjadi pengalaman yang buruk bagi anak,” jelas Firesta.

Rumah Sunatan, sebagai jaringan klinik sunat yang saat ini sudah memiliki 40 cabang, mencoba memanfaatkan teknologi mutahir sunat tanpa jarum suntik untuk tujuan anastesi Sirkumsisi. “Kami berharap dengan menghilangkan penggunaan jarum suntik, yang dikombinasikan dengan teknologi Sirkumsisi modern (Mahdian Klem) anak-anak menjadi lebih nyaman, bebas nyeri ketika di sunat,” kata dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, pendiri Rumah Sunatan.

Lebih lanjut kata Firesta orang tua akan Iebih mudah menyiapkan anak untuk menjalani proses sirkumsisi ini. Seperti kita ketahui, sunat di Indonesia dilakukan pada usia sekolah, pada usia ini anak umumnya sudah pernah mengalami di suntik dokter (vaksin, dll). “Teknologi needle-free circumcision ini tentunya akan meningkatkan kenyamanan anak menjalani proses sirkumsisi,” ujarnya. (Foto : Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: