Heboh, Maskapai Garuda Dikritik Setelah Melaporkan Youtuber yang Unggah Daftar Menu

Setelah mengunggah foto daftar menu di kelas bisnis yang ditulis tangan dalam penerbangan dari Sydney menuju Denpasar, Youtuber Rius Fernandes dilaporkan oleh Garuda Indonesia ke Polisi.
, Majalah Kartini | 17/07/2019 - 15:55

MajalahKartini.co.id – Maskapai Garuda Indonesia kini tengah menjadi sorotan setelah seorang Youtuber yang kerap melakukan review pesawat, Rius Fernandes dan Elwiyana Monika mengunggah foto daftar menu di kelas bisnis yang ditulis tangan dalam penerbangan dari Sydney menuju Denpasar.

garuda

sumber: istimewa

Setelah Youtuber tersebut mengunggah menu foto daftar makanan ke dalam instastory-nya, ia pun mengupload video hasil review penerbangan mereka ke dalam channel youtube. Namun sayang, maskapai plat merah ini justru melaporkan kedua Youtuber tersebut yang diduga terkait video viral daftar menu kelas bisnis.

Seperti yang dikutip dari kompas.com, kepolisian resort Bandara Soekarno Hatta membenarkan adanya laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan oleh PT. Garuda Indonesia kepada dua Youtuber tersebut.

“Benar. Ada laporan dari Garuda dan saat ini kami mengundang para saksi untuk didengar keterangannya,” ujarnya.

Rius Fernandes pun turut membenarkan bahwa dirinya dan Elwiyana Monika tengah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan pencemaran nama baik melalui akun instagramnya pada Selasa (16/7/19) kemarin.

“Guys, gw sama elwi dapat panggilan dari polisi mengenai masalah ini. Kami di laporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Gw yakin kalian tau kalau gw TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapapun,” tulis Rius.

Tidak lama setelah video menganau daftar menu tersebut viral, maskapai Garuda Indonesia menerbitkan edaran yang tertulis melarang penumpang mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto maupun video baik awak kabin ataupun penumpang.

Postingan tersebut pun ramai menuai komentar terutama bagai warga yang tidak setuju dengan peraturan tersebut. Namun, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membantah edaran itu terkait dengan video kertas menu yang viral. Ia mengatakan bahwa edaran sebelumnya ditujukan untuk kalangan internal dan bukan untuk publik.

Baca Juga : Kebaya Pertiwi dari Anne Avantie Untuk Pramugari Garuda

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: