Hari Guru Nasional 2016: Mulia Karena Karya

Selamat memeringati Hari Guru Nasional tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI untuk para guru di Indonesia.
, Majalah Kartini | 25/11/2016 - 21:30

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Lhokseumawe Rusli (kiri) menyerahkan kado kepada pensiunan guru, pahlawan tanpa tanda jasa pada upacara memperingati Hari Guru Nasional (HGN) di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Jumat (25/11).

MajalahKartini.co.id – Sebagai penghormatan kepada guru yang jasanya tak bisa tergantikan, pemerintah Indonesia dari tahun ke tahun menetapkan hari ini 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN) dan juga bertepatan juga sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Untuk memperingati momentum tersebut salah satunya dengan diselenggarakannya upacara bendera peringatan HGN tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11).

Dalam kesempatannya saat mengisi pidato, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam upacara bendera memperingati HGN 2016 dan HUT ke-71 PGRI menyampaikan “Perkenankan saya atas nama pribadi dan pemerintah, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selamat memperingati Hari Guru Nasional tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI,” ucapnya.

Kali ini Peringatan HGN tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI tahun ini mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Pelaksanaan upacara bendera diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kemendikbud, pegawai di lingkungan pemerintah daerah, pendidik dan tenaga kependidikan, para pemangku kepentingan pendidikan lainnya, serta para siswa siswi di seluruh Indonesia yang diselenggarakan baik di kantor Kemendikbud, kantor pemerintah daerah, dan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menurut Mendikbud, guru memiliki peran yang sangat mulia dan sangat strategis. Oleh sebab itu, Mendikbud mendorong penuh kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan Indonesia untuk bangga terhadap profesinya tersebut. Sejak ditetapkannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2015, tentang Guru dan Dosen, maka secara resmi guru dinyatakan sebagai pekerja profesional.

“Harus diakui bahwa hingga kini profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan. Masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras agar pekerjaan guru sebagai pekerjaan yang profesional di masa yang akan datang, dan pemerintah akan terus mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional. Namun upaya itu akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri,” ujar Mendikbud.

Mendikbud menambahkan, kedepannya untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pengajar, pemerintah telah bertekad memberikan tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Dengan upaya tersebut, Mendikbud berharap dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. ”Ke depan juga perlu segera dirumuskan kebijakan, agar sebagian tunjangan profesi guru bisa diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru melalui program pelatihan dan usaha guru belajar mandiri,” pesan Mendikbud.

Peningkatan menegaskan profesionalisme guru menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangunan pendidikan nasional. Dengan demikian, penetapan beberapa kebijakan strategis untuk membentuk guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi sedang dan akan terus dilakukan oleh pemerintah di semua tingkatan.

Diakhir sambutannya, Mendikbud menyampaikan selamat hari guru nasional. “Hari ini adalah harinya orang-orang mulia yang menyiapkan generasi masa depan yang lebih cemerlang. Insya Allah kita semua akan dimuliakan oleh Yang Maha Mulia. Jadilah Guru Berkemajuan. Ayo Hormati Guru,” pesan Mendikbud. (ANT/Foto: ANT FOTO/Rahmad)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: