Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Saat Presiden Tinjau Lampung Selatan

Selain memastikan proses penanganan bencana pasca tsunami berlangsung cepat dan tepat, Presiden Jokowi dan rombongan juga melihat erupsi Gunung Anak Krakatau.
, Majalah Kartini | 03/01/2019 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Guna memastikan proses evakuasi dan pembenahan pasca tsunami di Selat Sunda yang melanda beberapa desa pesisir di Lampung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memulai kegiatan di hari kedua tahun 2019 ini dengan kembali meninjau langsung ke Lampung Selatan (2/1). Tampak turun dari pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana jeans berwarna biru tiba Bandara Radin Inten II sekitar pukul 09.03 WIB.

Presiden Jokowi dan rombongan pun langsung menuju Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Seperti diketahui desa tersebut merupakan wilayah yang cukup parah terdampak tsunami Selat Sunda di akhir Desember tahun 2018 lalu. Di desa tersebut, Jokowi akan meninjau penanganan bencana. Selai Desa Kunjir, Jokowi juga akan meninjau penanganan di Desa Way Muli yang juga terdampak tsunami. Setelah itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut juga menemui sejumlah pengungsi tsunami Selat Sunda di Tenis Indoor Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Lampung yakni Menteri Kesehatan Nila F. Moeleok, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Meski rombongan presiden tetap dalam kondisi aman, hal yang sempat membuat panik adalah ketika bertepatan dengan kunjungan ke Desa Way Muli dan Kunjir di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (2/1) siang. Pasalnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau masih terjadi erupsi dengan beberapa kali mengeluarkan suara dentuman.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau ini terpantau jelas di kawasan pesisir Desa Way Muli Timur dan Kunjir yang menjadi lokasi kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan. Selanjutnya, gempa hembusan sebanyak 11 kali dengan amplitudo 8-23 mm dan durasi 45-145 detik menyusul dirasakan di daerah sekitar Gunung Anak Krakatau. “Untuk gempa micro tremor masih terekam dengan amplitudo 2-22 mm (dominan 5 mm). Tidak terdengar suara dentuman letusan,” ujar petugas pos pantau GAK di desa Hargopancuran, Suwarno (2/1). Sejauh ini untuk status Gunung Anak Krakatau masih pada level III Siaga. Dimana para pengunjung dan juga nelayan dilarang mendekati dalam radius 5  kilometer. (*)

 

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: