“Full Day School” Dinilai Akan Menghilangkan Pelajaran Agama

DPP FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah, termasuk ribuan lembaga diniyah dan puluhan juta guru diniyah menolak gagasan penerapan full days school (FDS), atau sekolah sehari penuh yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy.
, Majalah Kartini | 22/08/2016 - 21:00

MajalahKartini.co.id – Ketua Umum PP FKDT, M Tatang Royani An-Nasiry mengatakan lembaga pendidikan non formal seperti pesantren dan madrasah diniyah takmiliyah merupakan wadah bagian kegiatan anak-anak di luar jam sekolah.

Sebab itu, menurut Tatang, kalau FDS diterapkan maka anak-anak kehilangan pendidikan Agama Islam yang selama ini diperolehnya di luar jam sekolah formal, atau setelah mereka pulang dari sekolah belajar agama di diniyah takmiliyah.

Ia mengatakan tidak tepat jika pembelajaran sepanjang hari diimplementasikan dengan menghabiskan seluruh waktu mereka di lingkungan sekolah formal.

“Seharusnya pemerintah menerapkan kebijakkan yang komprehensif mengenai pendidikan yang menggabungkan pendidikan formal dan non formal, dan bukan saling meniadakan,” papar Tatang

Menurut dia, pendidikan diniyah takmiliyah selama ini telah berlangsung lama sebagai pendidikan non formal untuk memberikan pelajaran agama yang memang dirasakan kurang diperoleh para siswa di sekolah formal.

“Sebab itu, kalau FDS diterapkan maka dengan sendiri pendidikan diniyah takmilyah akan hilang, karena siswanya berada seharian di sekolah. Karenanya, kami mengimbau kepada Mendikbud untuk membatalkan rencana tersebut,” papar Tatang  di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama HM Nur Kholis Setiawan mengatakan, apa yang disampaikan Mendikbud hanya sebagai wacana saja, dan belum diterapkan.

“Namun kalau FDS nanti jadi diterapkan maka tentu ada jalan keluar yang arif, sehingga pendidikan non formal yang memberikan pendidikan agama Islam seperti, pesantren dan diniyah takmiliyah tetap ada,” papar Nur Kholis. (ANT/Foto: ANT FOTO/Olha Mulalinda)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: