Firasat Istri Sebelum Herman Gitaris Seventeen Meninggal Diterjang Tsunami

Sang istri sempat diajak beberapa kali untuk ikut ke Tanjung Lesung oleh Herman Sikumbang, gitaris Seventeen yang jadi korban tsunami Selat Sunda.
, Majalah Kartini | 24/12/2018 - 08:00

MajalahKartini.co.id – Video yang viral merekam detik-detik kejadian gulungan ombak tsunami yang menerjang panggung ketika band Seventeen tampil memperlihatkan bagaimana mencekamnya kejadian malam tersebut (22/12). Para personel band Seventeen terbawa ombak ke laut, setelah Bani sang bassist ditemukan meninggal, beberapa jam kemudian, gitaris band Seventeen, Herman Sikumbang juga ditemukan tak bernyawa. Kontan hal tersebut menjadi kabar terburuk yang diterima Juliana Moechtar sang istri.

Tak kuasa menahan tangis, Uli begitu ia biasa disapa menceritakan momen-momen terakhirnya bersama sang suami sebelum ditinggal manggung ke Tanjung Lesung. Uli menceritakan Herman sebenarnya ingin mengajaknya dan anak-anak berkumpul dengan anggota Seventeen di Tanjung Lesung pada Sabtu (22/12) itu. Namun, ajakan itu ditolak oleh Uli karena dirinya masih sibuk dengan pekerjaan syuting.

“Firasat ya ada, memang ini momen satu keluarga Seventeen berlibur semua bawa istri. Setelah seminggu mau itu suami saya bilang ‘Bun kita ke Tajung Lesung ya jalan bawa anak-anak main di laut bawa anak-anak’. Kan saya lagi syuting jadi nggak bisa,” cerita Uli sambil terisak di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan (23/12). Meski sempat ditolak, tetapi Herman terus membujuk Uli untuk ikut ke Tanjung Lesung. “Tiga hari sebelum kejadian dia juga nawarin lagi ‘Bun ikut yuk!’ Nggak maksa tapi berharap saya ikut dia gitu berharap semua anak-anak ikut,” kenang Uli.

Uli pun mengajak Herman bersama anak-anak jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan sebagai ganti karena dirinya tidak bisa ikut ke Tanjung Lesung. “Kita jalan-jalan satu keluarga. Ketawa-tawa ke mall beli sate, ‘Bun bikin air jahe dong badan saya nggak enak nih!’ padahal dia nggak pernah minum air jahe, yang sering minum jahe saya,” ucapnya.

Selanjutnya, pada hari ketika Herman ingin berangkat, Uli bercerita bahwa Herman mengucapkan salam perpisahan yang berbeda dengan biasanya. “Dia mandi, terus saya peluk, saya bilang kok wangi banget, dia bilang wangi dong kan habis mandi, terus dia berangkat ke pintu dan bilang ‘Aku pergi ya’,” cerita Uli sambil menangis (23/12).

Selanjutnya, Uli dan Herman tidak berkomunikasi lagi.  “Pas sudah di Tanjung Lesung itu entah kenapa kita nggak telponan, nggak WhatsApp-an, kita aneh memang. Saya kirim video anak-anak nggak di komen tapi dibaca, kayak kasih pertanda, kayak hubungan putus gitu, nggak ada apa-apa, nggak WA, nggak teleponan,” imbuh Uli sambil terisak. (*)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: