Fakta Lain Mengapa Junk Food Kurang Baik untuk Dikonsumsi

Junk food bukan makanan yang berbahaya, melainkan kandungan yang berlebih di dalamnya.
, Majalah Kartini | 21/10/2016 - 08:00

MajalahKartini.co.idJunk food adalah satu jenis makanan yang dianggap banyak orang untuk dihindari. Meski begitu, pada kenyataannya masyarakat di kota besar dengan rutinitas yang padat, junk food menjadi menu andalan. Apalagi, anak-anak sangat menyukai junk food karena kelezatannya dan Anda sebagai orangtua sulit untuk menghindari hal tersebut. Namun, bukan berarti junk food jenis makanan yang berbahaya atau penyebab kematian seperti banyak orang bilang.

Menurut Sari Sunda Bulan, selaku pakar nutrisi, junk food bukan makanan yang berbahaya, melainkan kandungan yang berlebih di dalamnya. Ia mengatakan tiga hal yang harus dijaga dalam tubuh adalah gula, garam, dan minyak, sedangkan junk food bukanlah jenis makanan yang mengandung nurtrisi yang seimbang di dalamnya. “Misalkan burger, jumlah karbon dan protein berlebih terletak pada daging, keju, mayonaise yang bergabung menjadi satu. Sedangkan porsi sayurannya kurang, hal tersebut yang sebenarnya membuat junk food merupakan jenis makanan yang kurang baik,” jelas Sari.

Belum lagi ketika Anda mengonsumsi satu hamburger tidak cukup membuat kenyang. Hingga sesampai di rumah, menghabiskan jenis makanan lain. “Satu contoh lain, ayam goreng misalnya. Ayam goreng sudah mengandung protein, belum lagi minyak ditambah dengan tepung, asin. Tiga hal tersebut bisa berlebihan jika digabungkan menjadi satu,” jelasnya. Apalagi, saat mengonsumsi ayam goreng digabungkan dengan kentang goreng yang mana kentang adalah sumber karbohidrat dan digabungkan dengan minyak goreng. Tidak ada sayur juga menjadi satu hal, mengapa junk food dinilai kurang baik.

Porsi junk food yang berlebihan seperti itulah dinilai faktor penyebab penyakit menumpuk di dalam tubuh. Sebut saja, darah tinggi, ginjal terganggu, atau stroke yang bisa disebabkan oleh konsumsi garam yang berlebihan. “Coba saja, ceplok telor tanpa dikasih garam. Intinya adalah kurangi garam, gula, dan minyak. Kalau bisa hanya satu porsi saja yang digoreng,” ungkap Sari. (Foto: Bhrina)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: