DPW Garnita NasDem Sulawesi Selatan: Membangun Kepedulian

Andi Rachmawati Dewi, Garnita Malahayati Sulsel terus menunjukkan bahwa kepedulian merupakan hal yang tidak terpisahkan dari jiwa para perempuan.
, Majalah Kartini | 05/07/2018 - 19:24

MajalahKartini.co.id – Sejak diresmikan pertama kali pada  tahun 2017, Garnita Malahayati Sulsel telah banyak menorehkan jejak-jejak nyata kontribusi perempuan terhadap masyarakat. Cabang organisasi sayap Partai NasDem ini memang diharapkan menjadi organisasi kewanitaan yang punya andil kuat dalam membangun maupun merangkul masyarakat.

Pada 25 Maret 2017, bertempat di Hotel Grand Clarion, Makassar, 150 pengurus DPW dan DPD Sulsel dilantik secara langsung oleh ketua umum DPP Garnita Malahayati, Irma Suryani Chaniago. Secara simbolis, Irma menyerahkan pataka berbendera NasDem kepada Ketua DPW Garnita Sulsel terpilih, drg. Andi Rachmatika Dewi. Prosesi tersebut sontak menuai sorak-sorai dari pengurus dan peserta yang turut hadir. Dalam acara tersebut, hadir pula Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh, Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse, serta Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Bersamaan dengan acara peresmian tersebut, drg. Andi Rachmawati Dewi yang kerap disapa Cicu, juga dikukuhkan sebagai Calon Wali Kota yang diusung oleh NasDem dan 9 partai lainnya. Bersama Cicu, terpilihlah Munafri Arifuddin (Appi) sebagai calon wakil walikota. Pencalonan tersebut diharapkan dapat membawa angin segar untuk pemerintahan Kota Makassar.

KONTRIBUSI UNTUK PEREMPUAN

                                            

Sebagai ketua, Cicu selalu berharap bahwa DPW Garnita Sulsel dapat aktif memajukan kaum perempuan sekaligus membantu mereka untuk berkembang. Perempuan yang sebelumnya telah menjabat sebagai Legislator NasDem DPRD Sulsel ini menunjukkan bahwa perempuan juga dapat memiliki andil yang signifikan jika mau berusaha keras.

Hal tersebut dicontohkan Cicu ketika ia pergi ke Amerika Serikat sebagai peserta terpilih untuk program Women’s Campaign School (WCS) di Yale University pada 13 – 17 Juni 2016 lalu. Cicu terpilih untuk berangkat ke program prestisius tersebut setelah lolos seleksi dari Institute International Republic (IRI). Ia merasa haru mendapat kesempatan dan kehormatan untuk hadir bersama seluruh peserta perempuan yang juga merupakan pemimpin dari seluruh penjuru dunia. Apalagi, ia hadir di kampus yang menjadi almamater Hillary Clinton, politisi wanita US yang sempat menjadi pesaing Donald Trump pada pemilihan presiden.

Ilmu yang didapatnya dari sana ternyata tidaklah sia-sia. Tahun ini, ia melaju menjadi calon walikota Makassar untuk melawan calon pasangan petahana walikota Makassar.

Bukan hanya peduli dengan kemajuan diri sendiri sebagai perempuan, Cicu juga menginginkan adanya kepedulian lebih terhadap nasib perempuan dan anak-anak. Itulah sebabnya DPW Garnita Sulsel juga memiliki agenda yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan anak. Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah sesi dialog yang bertajuk “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak,” yang dilaksanakan di Kedai Kopi Papa Ong, Jalan Rusa, Makassar pada Mei 2016 silam.

Cicu menyatakan bahwa pihaknya amat prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak-anak. Hal itu diamini oleh Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal, yang juga turut menyoroti lemahnya sistem peraturan perundangan untuk perlindungan anak dan perempuan. “Undang-undang kita lemah dalam mengatur soal perempuan dan anak,” ungkapnya. Dialog ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membantu melindungi perempuan dan anak-anak yang rentan menjadi korban kekerasan.

Peningkatan kesadaran akan peran perempuan yang penting di masyarakat telah menjadi salah satu visi dari DPW Garnita Sulsel. Saat perayaan Hari Kartini, DPW Garnita Sulsel betul-betul tidak mau melewatkan kesempatan tersebut. Para kader Garnita turun ke jalan, membagi-bagikan bingkisan kepada para perempuan pengendara. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mensosialisasikan pimpinan mereka, Cicu, yang akan maju di kancah Pemilihan Walikota Makassar tahun ini. “Selain bagi bingkisan, kami juga membagi stiker dan selebaran. Selebaran berisi profil Ibu Cicu,” papar Ummu Kalsum, Sekretaris DPW Garnita NasDem Sulsel.

MEMBANTU MAYARAKAT DENGAN HATI

DPW Garnita Sulsel sadar betul bahwa membantu yang berkebutuhan adalah dasar dari kebaradaan manusia satu sama lainnya. Maka dari itu, para kader didorong untuk peduli dan peka dengan keadaan sekitar lewat kegiatan-kegiatan sosial. Contohnya, pada Mei tahun lalu, DPW Garnita Sulsel bersama dengan sang ketua menyapa warga korban kebakaran di Jalan Muh. Jufri, Kota Makassar (3/5/2017). Para kader sadar betul bahwa kehilangan tempat tinggal merupakan sesuatu yang amat menyedihkan, sekaligus traumatik bagi para korban. Itulah sebabnya, mereka memutuskan untuk mengunjungi para korban untuk memberikan dukungan moral, serta bantuan sederhana seperti beras, biskuit, dan mie yang dapat digunakan untuk menutup kebutuhan pangan sementara.

Saat musim hujan datang, banyak pula daerah di Makassar yang terendam banjir. Puncak dari musibah banjir biasanya terjadi pada bulan Desember-Januari, saat curah hujan sedang tinggi-tingginya. Beberapa daerah terendam, termasuk Kecamatan Menggala yang mengalami banjir parah (22/12/2017). Saking parahnya, untuk menuju lokasi tertentu, Cicu harus menggunakan parit.

Oleh sebab itu, DPW Garnita Sulsel memilih siaga untuk membantu para korban banjir, di samping menunggu bantuan dari pemerintah setempat. Saat itu, para kader langsung membagikan sembako dan makanan tambahan untuk para korban banjir. “Mudah-mudahan, bantuan yang kami salurkan hari ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena banjir,” ujar Cicu. Namun, Cicu menyatakan bahwa pemerintah seharusnya bisa lebih sigap dalam mencari solusi, sebab banjir di Makassar sudah jadi fenomena menahun. Hari itu, Cicu bersama kader lainnya rela berbasah-basah demi menjangkau para warga yang membutuhkan bantuan.

Setelah Kecamatan Manggala, Kecamatan Panakukang juga menjadi agenda kunjungan esok harinya. Ketinggian air banjir di kecamatan tersebut mencapai 80 – 90 sentimeter. Cicu bersama rekan-rekannya tetap bersemangat dalam menyalurkan bantuan agar warga dapat terbantu secepatnya.

MENYAMBUNG SILATURAHMI DENGAN SEGENAP MASYARAKAT

Hubungan yang erat antara kader Garnita dengan segenap elemen masyarakat adalah hal yang sangat penting. Kegiatan menyambung silaturahmi antara kader dan warga masyarakat menjadi agenda rutin DPW Garnita Sulsel, khususnya pada bulan Ramadhan. Acara-acara seperti berbagi takjil dengan pengendara motor di jalanan maupun berbuka bersama di kediaman warga menjadi pilihan agar masyarakat juga merasa dekat dengan keberadaan Garnita.

DPW Garnita Sulsel juga tidak mau melupakan peran dari golongan pemuda dalam pembangunan kedepannya. Untuk itu, DPW Garnita Sulsel juga mendukung pendirian organisasi sayap yang berbasis kepemudaan. Pada bulan Mei tahun lalu, DPW Garnita Sulsel turut mendukung pendirian Liga Mahasiswa di Kabupaten Toraja Utara. Liga Mahasiswa sendiri merupakan organisasi sayap NasDem khusus untuk pemuda pemudi yang ingin bergabung dan memberikan kontribusinya pada tanah kelahiran bersama Partai NasDem. Pelantikan tersebut disaksikan oleh ribuan masyarakat Toraja Utara yang turut hadir.

Pada saat yang bersamaan, didirikan pula Garnita NasDem Toraja Utara (Torut). Peresmian Garnita Torut dilakukan sendiri oleh Cicu, sebagai KetuaDPW Garnita Sulsel, dengan menyerahkan sebuah pataka berbendera NasDem kepada pengurus Garnita Torut terpilih. “Jangan pernah berhenti untuk berjuang demi kepentingan masyarakat Toraja Utara,” ujar Cicu. (*)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: