Donald Trump Diramalkan Akan Segera Jatuh Hancur

Memiliki beberapa catatan yang membuat keraguan para pengamat, ini dia ramalah untuk Trump.
, Majalah Kartini | 01/12/2016 - 17:00

MajalahKartini.co.id – Sebelumnya ramalan sejarawan ini tepat untuk Trump yang berhasil menduduki kursi Gedung Putih, namun kini Trump diramalkan akan mengalami kehancuran. Niall Ferguson, peneliti senior pada Hoover Institution pada salah satu Universitas bergengsi di Amerika Serikat, Stanford University, Juni silam pernah meramalkan kemenangan Trump akan Pemilu kemarin, dan ramalan tersebut terbukti benar. Kini, Ferguson meramalkan presiden terpilih Donald Trumpt akhirnya akan berada pada titik kehancuran.

Trump selalu menonjolkan keberhasilan bisnisnya sebagai daya tarik, itu merupakan salah satu tanda tanda yang akan terjadi kalau Trump akan mencampuradukan kepentingan bisnis dengan posisinya sebagai orang nomer satu di Amerika Serikat. Sekalipun Trump menyatakan prioritas pertamanya adalah menjadi presiden Amerika Serikat dan dia tidak akan mengurusi usahanya, tulis Ferguson dalam The Sunday Times.

Trump memang memiliki jaringan usaha di banyak Negara di seluruh dunia yang menjadi kepentingan strategis AS. Beberapa aspek dari usahanya telah membangkitkan keprihatinan. Trump memiliki kepentingan di Turki, yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Ferguson meneruskan bahwa “pengusaha umumnya sangat buruk dalam berpolitik”, khususnya karena betapa mudahnya mengumpulkan pajak ketimbang menghasilkan keuntungan dari bisnis.

“Di masa kita oligarki begitu melekat dengan kehidupan orang biasa yang akhirnya tersingkirkan. Di Amerika itu artinya pemakzulan. Demokrat hanya perlu waktu dua tahun untuk menyusun strategi bagaimana menguasai kembali Kongres,” tulis Ferguson. “Jika Demokrat berhasil dengan ini, hari-hari Trump sebagai presiden ini akan tinggal sebentar,” tutup Ferguson dalam laman The Independent.

Tak hanya itu, keraguan yang dimunculkan oleh para pengamat bahwa bentuk hubungan luar negeri seperti apa yang akan dipraktikkan antara pemerintah Trump dan salah seorang mitra bisnisnya yang paling aktif itu, untuk wilayah sensitif Asia Tenggara.
Pasalnya, kekhawatiran akan pelanggaran HAM telah ditukar dengan keuntungan bisnis. Seperti kasus yang pernah menjadi kontroversi pembangunan Trump Towers di Istanbul.

Trump pernah membela Presiden Recep Tayyip Erdogan yang melakukan pemberangsuran besar-besaran menyusul kudeta gagal beberapa bulan lalu. Setelah kejadian pembelaan tersebut, bisnis mulai dirambah di negara tersebut. Belum lama ini, Filipina mengangkat Jose Antonio sebagai duta besar Filipina untuk AS. Namun, kenyataannya Filipina mendapat kritikan dari Presiden Barack obama karena catatan HAM selama perang melawan penjahat narkoba yang brutal. Hingga akhirnya Filipina menjauhi AS dan mendekat ke China. Itulah yang menjadi keraguan para pengamat hingga saat ini. (Evi Indria/Foto: ANT FOTO/REUTERS/Mike Segar)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: