Dinkes Bekasi: Vaksin Palsu yang Beredar Produksi Impor

Dinkes Bekasi merekomendasikan masyarakat agar menggunakan produk vaksin buatan PT Bio Farma. MajalahKartini.co.id – Masalah vaksin palsu yang digunakan sejumlah rumah sakit masih meresahkan masyarakat, terutama bagi pihak yang telah menggunakannya. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan bahwa vaksin palsu yang kini beredar merupakan produksi impor. Wakil Wali…
, Majalah Kartini | 16/07/2016 - 03:11

Dinkes Bekasi merekomendasikan masyarakat agar menggunakan produk vaksin buatan PT Bio Farma.

MajalahKartini.co.id – Masalah vaksin palsu yang digunakan sejumlah rumah sakit masih meresahkan masyarakat, terutama bagi pihak yang telah menggunakannya. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan bahwa vaksin palsu yang kini beredar merupakan produksi impor.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa vaksin palsu yang kini beredar di tengah masyarakat diproduksi oleh oknum dengan menggunakan limbah kemasan vaksin kualitas impor. “Tidak seluruh vaksin yang beredar saat ini di tengah masyarakat palsu. Hanya sebagian saja, terjadi pada vaksin produksi impor,” kata Ahmad Syaikhu di Bekasi, Jumat (15/4).

Vaksin impor yang digunakan antara lain vaksin tetanus serum, antidifferi serum, antibisa ular, dan purified protein derivative (PPD). Ahmah mengungkapkan, kemasan vaksin impor tersebut dikeluarkan oleh Sanofi Pasteur dan GSK dan disalahgunakan oleh oknum untuk mengambil keuntungan dari sejumlah rumah sakit.

Oknum tersebut memperoleh kemasan melalui jaringan di dalam rumah sakit dan memanfaatkan alur distribusi limbah medis. Usia diproduksi menjadi vaksin palsu, mereka menawarkan produk tersebut kepada sejumlah rumah sakit melalui email. Pembelian vaksin sendiri kemudian disetujui oleh perwakilan manajemen rumah sakit.

Tags:

BAGIKAN HALAMAN INI: