Diduga Kekerasan, Seorang Bayi Meninggal di Panti Asuhan

Setelah dilakukan penelitian, tim forensik Rumah sakit Bhayangkara Polda Riau menemukan tanda-tanda adanya kekerasan.
, Majalah Kartini | 30/01/2017 - 18:19

Diduga Kekerasan Seorang Bayi Meninggal di Panti Asuhan

MajalahKartini.co.id – Makam M Ziqli, bayi berusia 18 bulan yang dilaporkan warga meninggal dunia di Panti Asuhan milik Yayasan Tunas Bangsa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Seroja, Kecamatan Tenayan Raya dibongkar Tim Desaster Victim Identification (BVI) Rumah sakit Bhayangkara Polda Riau bersama Satuan Reserse Kriminal Polresta pekanbaru. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto mengatakan pembokaran tersebut dilakukan untuk memeriksa jasad M Ziqli yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga berujung kematian. “Dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, apakah ada penganiayaan atau tidak,” tutur Bimo, kemarin (29/1).

Bimo juga mengatakan, korban dimakamkan di TPU tersebut pada 26 Januari 2017. Petugas bedah forensik, kata Bimo, terdiri dari beberapa dokter mengambil beberapa sampel dari tubuh korban. Kemudian, sampel itu akan diuji di labolatorium RS Bhayangkara di Jl Kartaini. “Biasanya beberapa hari baru diketahui. Mudah-mudahan Senin depan sudah ada hasilnya, nanti pihak rumah sakit yang lebih tahu,” ujarnya.

Baca juga: Ada 5 Anak Lain Meninggal di Panti Asuhan Pekanbaru

Dalam pembokaran itu, ada 10 petugas yang terdiri dari dokter, perawat dan penyidik yang mengautopsi jasad. Pembongkaran makam ini juga disaksikan paman korban sekaligus pelapor dalam kasus ini, Dwiyatmoko. Bahkan, Pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Riau juga ikut memantau di lokasi.

Setelah dilakukan penelitian, tim forensik Rumah sakit Bhayangkara Polda Riau menemukan tanda-tanda adanya kekerasan terhadap M Ziqli. Tanda itu berupa luka lecet, lebam dan resapan darah pada organ vital. “Tanda-tanda kekerasan itu diduga akibat kekerasan tumpul,” kata Kasubbid Dokpol Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Riau Kompol Supriyanto.

Dijelaskan Supriyanto, kekerasan tumpul itu bisa disebabkan benda dan bukan bedan ataupun orang pada manusia, seperti tangan dan kaki. Luka lecet dan memar, tambah dia, terdapat pada bagian pelipis, perut, punggung dan pipi. Namun, meski begitu, petugas forensik masih belum memastikan penyebab kematian korban karena seluruh bagian tubuh korban telah membusuk.

Jasad korban kembali dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan‎ Seroja, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Sebelum meninggal pada 16 Januarin 2017, M Ziqli diantar pihak panti ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dalam kondisi demam tinggi. Beberapa jam dirawat, M Ziqli dinyatakan meninggal diduga akibat kekerasan di panti asuhan. Kerabat korban yang melihat adanya bekas penganiayaan langsung melapor ke Mapolresta Pekanbaru. (Foto: ilustrasi)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: