Desainer Tanah Air Siap Pamerkan Kain Nusantara di Milan

Kolaborasi perhelatan fashion akan semakin terasa nuansa Indonesia dengan suguhan Guitar Meet Kendang.
, Majalah Kartini | 14/12/2017 - 16:07

MajalahKartini.co.id – lndonesia Cultural Fashion Goes to Milan akan berlangsung pada 19 Desember 2017 di Base Milano, Milan, ltalia. lndonesia Cultural Fashion (ICF) adalah perhelatan besar yang mempromosikan kain-kain nusantara dan akan menampilkan musik dengan instrumen khas Indonesia. ICF pertama kali digelar di Amsterdam, Belanda. Ada yang berbeda tahun ini, kolaborasi perhelatan fashion akan semakin terasa nuansa Indonesia dengan suguhan Guitar Meet Kendang oleh gitaris kenamaan lndonesia, Tohpati di awal acara. Beberapa lagu yang akan dibawakan antara lain Janger, Es Lilin, Kampuang nan jauh di mato, dan Ksatria.

Perhelatan ini turut mengundang para fashion blogger, komunitas lndonesia di Eropa, KBRl, dan masyarakat Eropa. “Melihat antusias luar biasa di tahun sebelumnya, perhelatan ini kembali kami gelar untuk terus melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia Iewat seni musik dan fashion dengan membawa kain-kain daerah,” ujar lwan Kurniawan selaku CEO Kolam lkan pada media konferensi di Jakarta, Rabu (13/12).

Sederet nama desainer yang akan tampil di ICF 2017 ini diantaranya:

Brand Territory by Terry Puteri

Tema yang akan disajikan adalah Territory of Borneo, yakni busana wanita modern, dengan sentuhan kain khas Banjarmasin yakni sasirangan. “Material lain yang digunakan pada busana nya adalah sifon, cotton, dan silk,” kata Puteri, perancang busana Territory.

lni adalah kali pertama Territory mengikuti fashion show di ltalia, sebagai kota pusat mode dunia maka pencapaian ini akan menjadi sangat istimewa. “Sentuhan budaya Kalimantan Iewat kain sasirangan dan sedikit sentuhan head peace khas Kalimantan diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi para pengunjung,” katanya.

Tyramona

Tema motif yang akan diperkenalakan adalah dari Toraja Pak Tedong, dimana tedong bonga adalah paling berharga bagi masyarakat toraja dan memiliki harga yang terbilang paling mahal. “Dengan memakai Motif PakTedong ini membuat kehidupan derajat yang tinggi dan di hormati. Material bahan yang digunakan biasanya bahan micro, shantung, dan balloteli,” ujar Decy Ramona.

Sentuhan budaya di Tanah Toraja sangat kental terasa. Budaya Toraja sedikit banyak sudah dikenal masyarakat luas. “Dengan mengangkat motif toraja di ICF ini, berharap motif-motif Toraja dapat diperkenalkan lebih luas lagi di dunia fashion international. Karena setiap motif Toraja mempunyai makna yang sangat bermanfaat,” tambahnya.

ELEMWE (Batik Betawi)

Kali ini, ELEMWE akan mengangkat tema Pesona Jakarta, empat desain ini terdiri dari batik betawi dengan paduan bahan polos. Kain dengan motif seni budaya Betawi, Tanjidor yaitu salah satu kesenian Betawi tempo dulu.

Kain dibuat dengan warna sogan yang menggunakan tiga jenis bahan katun, doby dan sutra ini menggunakan metode pembuatan tradisional dengan cara dilukis langsung oleh pengrajin (batik tulis) sehingga hasilnya sangat rapi dan jelas apa yang dilukiskan pada kain tersebut. “Agar busana menjadi terlihat lebih elegan maka digunakanlah bahan-bahan polos campuran dengan tambahan aksen payet,” katanya.

ALKHANSAS

Tema yang akan dibawakan terinspirasi dari keanekaragaman dan kekayaan bangsa Indonesia. Dalam koleksi ini, ALKHANSAS memadu padankan kain tradisional Indonesia dengan beberapa motif seperti Batik dari Cirebon, hingga batik motif Kapal Pinisi dan huruf Lontara dari Bugis, Makassar. Nilai-nilai yang menjadi ciri khas Indonesia pun di ekspresikan dalam beberapa pakaian denga warna merah menyala tanda keberanian.

Ada yang berbeda pada koleksinya kali ini, padupadanan fine art atau visual art yang ditampilkan dalam beberapa baju, di mana terdapat motif yang dibuat menggunakan beberapa media berbeda (selain print dalam kain), sebuah ekspresi akan sebuah keberanian yang membuat koleksi menjadi lebih hidup (ditampilkan dalam baju putih dengan cipratan cat tembok merah). Material bahan yang digunakan antara lain katun dan polyester, yang menekankan Ekspresi Visual, seperti Prints yang ada dalam kain. Brand ALKHANSAS mengedepankan padu padan motif dan warna yang berani, lembut dan elegan.

Selain pemilihan warna dan motif kain seperti batik dan huruf lontara, nilai intrinsik yang menjunjung nilai budaya lndonesiaan seperti keberagaman coba disuguhkan dalam satu koleksi singkat, serta variasi Jenis material, siluet, dan color palette.

Perhelatan ini tentunya mendapat dukungan penuh KBRI Roma, dimana Base Milano merupakan salah satu wilayah distric fashion yang sangat terkenal di Milan, ltali.(Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: