Dedeh Erawati: Pelari Gawang yang Tak Letih Kibarkan Bendera Merah Putih

Pelari gawang perempuan satu-satunya di Tanah Air ini memiliki semangat tinggi untuk banggakan nama Indonesia.
, Majalah Kartini | 11/01/2019 - 15:00

MajalahKartini.co.id – Dedeh Erawati adalah pelari gawang Indonesia yang berprestasi. Dia pernah meraih medali emas dan perak di SEA Games. Dedeh juga meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan bertaraf internasional lainnya. Ia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang diundang pada Kejuaraan Atletik Grand Prix Asia sejak 2006 hingga 2011. Ia merebut medali di hampir semua seri. Dedeh juga memecahkan rekor nasional lari 100 meter gawang putri sejak 2005.

Meski usia sudah menginjak 39 tahun, nyatanya Dedeh Erawati masih menjadi salah satu andalan Indonesia untuk nomor lari gawang, tetapi hingga saat ini belum ada pelari Indonesia yang bisa menyaingi semangat dan tekad Dedeh Erawati di dunia atletik.

Namanya boleh saja tersingkir dari kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018, namun gelora Dedeh berkompetisi belum padam. Tak heran, trek rekor memang masih mengilap meski tak muda lagi, bahkan ada kecenderungan progresif berdasarkan tes parameter.

Tak ingin terus larut dalam kekecewaan, Dedeh memilih jalan lain untuk membuktikan diri. Sprinter kelahiran 25 Mei 1979 mendapatkan dan membawa pulang medali emas dengan  mengikuti berbagai kejuaraan seperti kejuaraan Dunia terbuka dalam ruangan, Ontario Mastern Athletics di Kanada 10-11 Maret 2018, di Amerika Serikat mengikuti Kejuaraan Dalam Ruangan, USA Track and Field (USATF) Masters, 17- 18 Maret 2018 dan Kejuruaan Dunia Masteran Atletik September 2018 Malaga, Spanyol.

Dedeh Erawati, menceritakan pengalamannya saat mengikuti Kejuaraan Dunia Masteran Atletik 2018 di Malaga, Spanyol. Ada dua lawan berat yang mesti ditaklukan untuk mendapat sekeping medali emas. Mereka adalah pelari gawang Belgia, Laurence Guillet, dan pelari gawang tuan rumah, Emma Valencia Garcia.

Sprinter putri Indonesia, Dedeh Erawati, kembali mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil menyabet medali emas nomer 100 meter lari gawang kategori usia 35-39 tahun di Kejuruaan Dunia Masteran Atletik 2018 Malaga, Spanyol.

“Tidak semua sprinter bisa lari gawang, karena mesti memahami teknik yang lebih jelimet. Dan semua pesaing saya di sana adalah atlet-atlet yang memahami lari gawang,” ujar Dedeh, di saat acara konferensi pers dalam rangka HUT ke-50 PT Bangun Tjipta Sarana Gelar Golden Run 2019, di Jakarta, Jumat 14/12.

Selain prestasi di lintasan lari, ada beberapa hal menarik yang bisa digali dari ibu satu anak ini, antara lain statusnya yang baru saja menyandang gelar Master Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta.

Selain itu, Dedeh juga harus berperan sebagai ibu yang baik untuk putri semata wayangnya, Diva Renata, di tengah kesibukannya sebagai atlet, dan juga karyawan di salah satu perusahaan.

“Kiat bisa menjaga kondisi dan bisa tetap berprestasi meski usia sudah semakin bertambah dengan menjaga smart training. Manfaatkan sport science dengan maksimal. Disiplin dan kemauan yang lebih dari sebelumnya, rasa senang terhadap latihan dan semangat antusias  terhadap pertandingan,” papar Dedeh.

Dengan energi luar biasa yang dimiliki Dedeh, semua peran dan kegiatan itu mampu dijalaninya dengan baik. Karenanya, cukup pantas rasanya Dedeh disebut-sebut sebagai figur representasi Kartini pada era modern, dan laik dijadikan idola bagi kaum muda yang juga ingin menggeluti dunia atletik, khususnya lari gawang. Apalagi, Dedeh pun semakin menonjol berkat kemampuan fisik, mental, dan juga pengetahuan akademis. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: