Dandangan, Kearifan Lokal Persembahan Desainer Muda Kudus

Dandangan menghadirkan warna-warna yang segar seperti hijau tosca, peach, medium grey, beige, dan navy sebagai refleksi dari festival Dandangan.
, Majalah Kartini | 05/06/2017 - 15:03

Dandangan,-Kearifan-Lokal-Persembahan-Desainer-Muda-Kudus

MajalahKartini.co.id – Dandangan terinspirasi dari tradisi turun temurun di Kudus yang pada mulanya hanya kegiatan tabuh bedug untuk menandai datangnya bulan suci Ramadan di Menara Kudus. Tabuh bedug di Menara Kudus tersebut juga sebagai pengejawantahan spirit sukacita menyambut bulan Puasa.

Hal ini sesuai ajaran Islam, sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, bahwa bagi orang-orang yang beriman akan menyambut datangnya Ramadan dengan sukacita. Spirit religi tradisi dandangan tersebut, dalam perjalanan sejarah, ternyata semakin populer sehingga tradisi dandangan di Kudus bisa lestari sampai kini dan bahkan mungkin sampai akhir zaman.

Tradisi ini sudah ada sejak 450 tahun yang lalu atau tepatnya zaman Sunan Kudus (Syeh Ja’far Shodiq salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa). Pada saat itu, setiap menjelang bulan puasa, masyarakat di sekitar Kota Kudus datang berbondong-bondong datang ke Masjid Menara untuk mendengarkan dan melihat ditabuhnya bedug sebagai pertanda datangnya pengumuman hari pertama puasa

Tema inilah yang diangkat oleh designer-designer muda berbakat dari SMK NU Banat, Kudus, binaan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dalam koleksi terbarunya yang diperlihatkan pada perhelatan fashion terbesar di kota Bandung yang bertajuk #23 Fashion District yang selenggarakan oleh 23 Paskal Shopping Center beberapa waktu lalu.

Tema ini hasil pencarian inspirasi dan ide tentang karya-karya yang bisa memadukan style, mix & match, serta pemilihan bahan yang tepat, dan yang paling penting adalah selalu membawa kearifan lokal sebagai ciri khas brand ZELMIRA. Koleksi bertema Dandangan ini menghadirkan warna-warna yang segar seperti hijau tosca, peach, medium grey, beige, dan navy sebagai refleksi dari festival Dandangan tersebut.

Risa Maharani adalah siswi Kelas XII SMK NU Banat Kudus yang didaulat menjadi koordinator kreatif untuk brand ZELMIRA dengan melibatkan desainer adik kelasnya untuk pembuatan konsep dalam koleksi lebaran ini yaitu Rania kelas XI, Anisah Amalia kelas X, dan Nabila Salwa Fasa dari kelas X.

Pertengahan tahun lalu, brand ZELMIRA telah memukau publik fashion dunia saat karyanya tampil di ajang Asia’s Fashion Spotlight, di Hongkong dan mendapat pujian dari editor majalah FOCUS yang berbasis di Amerika. Risa mengungkapkan daya tarik lini fashion dari Zelmira mengusung modest style yang ditujukan kepada muslimah muda dengan karakter yang cerdas dan kuat. (Foto:

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: