Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Penyakit Menular

Rayakan Hari Cuci Tangan Sedunia, Lifebuoy ajak anak-anak SDN 03 Menteng Cuci Tangan Pakai Sabun Lewat #TepukSehatIndonesia.
, Majalah Kartini | 13/10/2017 - 11:07

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia, ratusan murid SDN 03 Menteng, Jakarta melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bersama Lifebuoy, di SDN 03 Menteng, Jakarta, Kamis (12/10). Brand sabun kesehatan keluarga produksi PT Unilever Indonesia, Tbk, ini mengedukasi masyarakat pentingnya CTPS agar terlindungi dari kuman.

Komitmen yang telah dijalankan sejak tahun 2004 ini telah berhasil menjangkau lebih dari 89 juta tangan sehat di Indonesia. Sepanjang tahun 2017 ini, Lifebuoy terus menjangkau hingga 1,5 juta anak usia sekolah dasar dan 150.000 ibu di seluruh Indonesia dalam rangkaian menuju target meraih 100 juta tangan sehat Indonesia di tahun 2020.

Arya Bahupringga selaku Head of Marketing Skin Cleansing Unilever Indonesia menjelaskan, komitmen berkelanjutan ini merupakan bagian dari strategi Unilever Sustainable Business Plan, yaitu salah satu tujuannya adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar orang pada 2020 secara global. Untuk itu, edukasi pentingnya cuci tangan pakai sabun terus dijalankan dengan melibatkan peran aktif para ibu. “Kami percaya ibu memegang peran penting sebagai pelopor penerapan kebiasaan hidup sehat di keluarga inti,” ujar Arya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Lifebuoy untuk melihat peran ibu dalam pencegahan penyakit, sekitar 92% ibu menerapkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu mandi teratur dan cuci tangan pakai sabun untuk menjaga kesehatan keluarga.

Senada dengan yang disampaikan Arya, dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo selaku Ketua Umum TP PKK Pusat menyampaikan bahwa sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan keluarga, pihaknya selalu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan semua kader yang tersebar dari tingkat pusat hingga kader Dasa Wisma di seluruh Indonesia.

“Kami selalu menyemangati dan memberikan pengertian kepada ibu yang lain, bahwa cuci tangan pakai sabun adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit,” lanjutnya. Kebiasaan ini, kata dia harus dimulai sejak dini pada anak-anak kita, di saat diare dan pneumonia masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak di dunia.

Turut hadir pula dalam Hari Cuci Tangan Sedunia, dr. Imran Agus Nurali Sp.KO, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Dalam sambutannya dr. Imran menyampaikan dukungan atas terselenggaranya kampanye kebiasaan baik ini. “Upaya ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempromosikan langkah preventif dari penularan penyakit. Cuci tangan pakai sabun adalah cara yang paling mudah dan efektif dalam melindungi tubuh dari kuman,” kata dr. Imran.

Lebih lanjut dr. Imran menambahkan bahwa kebiasaan baik cuci tangan pakai sabun hendaknya dilakukan di lima saat penting yaitu; sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet dan saat mandi. “Cuci tangan pakai sabun menurunkan angka penyakit diare sebanyak 45 persen. Nanti ditambah kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dapat mencegah 90 persen penyakit menular,” lanjut dr. Imran

Sekarang, lanjut Imran tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesian adalah penyakit tidak menular, maka dari itu ia mengimbau kepada anak-anak agar senantiasa menjaga pola hidup sehat yakni makan buah dan sayur, olahraga ringan 30 menit setiap hari, dan periksa kesehatan sejak dini.

“CTPS kata dia dapat mencegah diare, cacingan, mencegah gangguan saluran pernapasan, masalag mata, tipoid, dan lainnya. Diharapkan masyarakat Indonesia lebih sehat lagi. Kebiasaan baik di sekolah dibawa ke rumah atau kebiasaan baik dari rumah dibawa ke sekolah,” kuncinya. (Foto: Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: