Ciptakan Pola Konsumsi Makanan dan Minuman Aman untuk Anak Sekolah

Diperlukan perhatian terhadap pola konsumsi anak, khususnya anak usia sekolah yang masih berada di masa pertumbuhan.
, Majalah Kartini | 11/11/2016 - 13:00

MajalahKartini.co.id – Pemenuhan gizi seimbang pada anak-anak di Indonesia melalui ketersediaan dan pola konsumsi makanan serta minuman yang bergizi, aman, dan beragam masih menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 37% anak Indonesia mengalami stunting atau bertubuh terlalu pendek.

Bahkan, Indonesia masuk ke dalam daftar 17 negara dengan tiga masalah gizi serius, yaitu stunting, wasting (terlalu kurus), dan obesitas (terlalu gemuk). Oleh sebab itu diperlukan perhatian terhadap pola konsumsi anak, khususnya anak usia sekolah yang masih berada di masa pertumbuhan.

Hingga tahun 2014, intervensi yang menyasar komunitas sekolah telah dilakukan di 23.510 SD/MI yang tersebar di 31 Propinsi. Berdasarkan capaian jumlah SD/MI intervensi ini diperkirakan bahwa ANPJAS telah menjangkau sekitar 3,9 juta siswa, 7,8 juta orang tua siswa, 236.000 guru, 236.000 pedagang PJAS di sekitar sekolah dan 71.000 pengelola kantin (Laporan Aksi Nasional PJAS 2014).

“Anak sekolah perlu diingatkan untuk selalu berpegang pada 5 kunci keamanan pangan. Dan harus ada komitmen baik dari orang tua, guru maupun pedagang sekolah untuk menerapkan 5 kunci keamanan pangan anak sekolah. Kerja sama dan komitmen dari semua pihak akan berdampak pada tingkat kesehatan anak,” ujar Drs Halim Nababan, MM selaku Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM saat ditemui di acara Gerakan Pangan Aman bersama Danone di Jakarta Rabu (9/11).

Pedoman 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Anak Sekolah yang digagas oleh BPOM merupakan imbauan untuk anak agar ; 1.) kenali pangan yang aman, 2) beli pangan yang aman, 3) baca label dengan seksama, 4) jaga kebersihan, dan 5) catat apa yang ditemui. Lebih lanjut, Drs. Halim Nababan MM menegaskan “Dengan ketersediaan jajanan aman yang masih minim, maka pendidikan gizi melalui Gerakan Pangan Aman bersama Danone dapat berkontribusi kepada pemahaman dan perubahan perilaku anak, orang tua, guru serta masyakarat di lingkungan sekolah,” kuncinya. (Foto: Dok. Danone)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: