Cantik Luar Dalam Tanpa Harus Bedah

Berdasarkan hasil survei Euromonitor International tahun 2016, negara-negara berkembang memiliki kontribusi sebesar 51 persen bagi industri kecantikan.
, Majalah Kartini | 07/09/2016 - 09:30

MajalahKartini.co.id – Zaman modern ini, dunia kedokteran estetika sangat berkembang dan dikenal masyarakat luas. Baik perempuan maupun laki-laki semakin menyadari betapa pentingnya penampilan. Terlebih lagi orang-orang yang dituntut dengan penampilan, ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan.

Founder Jakarta Aesthethic Clinic (JAC) Dr. dr. Olivia Ong, dipl. AAAM dalam rilis yang diterima majalahkartini.co.id mengungkapkan kalau saat ini data riset menunjukkan terdapat empat prosedur estetika yang paling banyak dilakukan orang di seluruh dunia antara lain Soft Tissue Filler, Botox, Skin Tightening, dan Slimming Program.

“Masyarakat Indonesia sudah berbeda dan berubah, lima tahun lalu boleh orang bilang kecantikan hati adalah segalanya, tapi sekarang cantik luar dalam itu seperti satu paket yang penting, tanda bahwa seseorang menghargai orang lain dan juga dirinya sendiri dengan berpenampilan lebih baik, terutama wajah,” tuturnya.

Hal tersebut, kata dia dibuktikan dengan semakin tingginya tingkat permintaan estetika bedah dan non bedah dari tahun ke tahun. Konsumen kecantikan kini sudah lebih pintar, prosedur perawatan kecantikan bedah mulai dialihkan ke non bedah atas dasar efissiensi waktu dan tingkat keamanannya. Sehingga banyak masyarakat memilih perawatan dengan prosedur non bedah seperti misalnya Soft Tissue Filler, Botox dan Skin Tightening.

“Hal ini karena berkaitan juga dengan seiring perkembangan teknologi di Indonesia yang tidak ketinggalan jika dibandingkan dengan di luar negeri seperti di Korea bahkan Negara Eropa atau Amerika sekalipun. Di tengah padatnya aktivitas orang tidak punya banyak waktu untuk melakukan perawatan, kami memahami kebutuhannya melalui teknologi non bedah,” jelas dr. Olivia Ong.

Berdasarkan hasil survei Euromonitor International tahun 2016, negara-negara berkembang memiliki kontribusi sebesar 51 persen bagi industri kecantikan global, termasuk di antaranya Indonesia yang memiliki pasar dinamis di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, Indonesia diestimasikan akan menjadi pasar pertumbuhan utama untuk industri kecantikan pada 2019 mendatang. (Foto :Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: