Bupati Aceh Barat Tegaskan Darurat Banjir di Wilayahnya

Sembilan desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, terendam banjir. Akibatnya, 600 kepala keluarga (KK) harus diungsikan.
, Majalah Kartini | 04/12/2018 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Curah hujan tinggi belakangan ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, pasalnya Provinsi paling Barat, Aceh, juga mengalami musim penghujan bahkan hingga mengakibatkan banjir di beberapa desa.

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS menyatakan, daerah yang dipimpinnya sudah darurat banjir. Ada ratusan desa di Aceh Barat yang terendam banjir sejak September-Desember 2018.

“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah Aceh dan juga pusat sebab Aceh Barat saat ini sudah darurat banjir,” ujar Ramli di sela-sela mengunjungi korban banjir di Woyla Barat, Aceh Barat dilansir dari Antara (2/12). Ramli mengatakan, banjir yang kerap melanda Aceh Barat mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu. Banyak warga yang kehilangan harta benda termasuk ternak.

Ada pun kecamatan sangat rawan rendaman banjir meliputi Kecamatan Woyla Barat, Woyla Timur, Woyla, Samatiga, Kaway XVI, Meureubo dan Johan Pahlawan. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sembilan desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, terendam banjir. Akibatnya, 600 kepala keluarga (KK) harus diungsikan. Banjir menerjang akibat sungai yang berdekatan dengan sembilan desa itu meluap.

“Ada tiga gampong (desa) yang paling parah direndam banjir masing-masing Napai, Blang Luah dan Alue Leuhop,” kata Camat Woyla Barat, Fadlian Syahputra di Meulaboh, Aceh (2/12. Untuk ketinggian banjir di enam desa lainnya beragam, mulai dari 50-80 cm.

“Di lokasi ini (banjir dengan ketinggian 50-80 cm), warga masih memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga,” imbuh Fadlian. Dampak lainnya akibat terjadi banjir adalah akses transportasi antar kecamatan yang lumpuh. Sebab ketinggian air bisa mencapai dua meter. (*)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: