Buntut Viralnya Video Lima Murid Mem-Bully Seorang Guru di Kendal

Tidak hanya membuat netizen naik pitam, Bupati Kendal pun turut geram mengetahui hal tersebut terjadi pada sekolah di wilayahnya.
, Majalah Kartini | 13/11/2018 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Belakangan ini video yang memperlihatkan sekawanan murid berjumlah sekitar lima murid tengah mem-bully gurunya yang tampak tua dan ringkih. Mereka dengan sengaja menyerang sang guru secara tidak sopan secara fisik dan ucapan. Beruntung rekaman video tersebut viral sehingga membuat pihak berwenang mampu melakukan penindakan atas perlakuan tidak beradab tersebut.

Lima orang siswa yang ketahuan melakukan aksi bully terebut langsung diminta menandatangani surat pernyataan dari sekolah mereka SMK NU 03 Kaliwungu Kendal. Sedangkan sang guru yang di-bully kini tengah diberi pendampingan.

cuplikan video bully murid-murid pada seorang guru

Tak hanya menyita perhatian netizen dan pihak kepolisian, kasus ini turut membuat geram bupati Kendal, Mirna Anissa yang datang langsung ke sekolah yang bersangkutan tersebut. Meski tahu bahwa wewenang tindakan terhadap SMK berada di bawah Dinas Pendidikan Jawa tengah, namun Mirna merasa perlu turun tangan karena berkaitan dengan etika warga Kendal.

“(Surat pernyataan) Ini nanti dilaporin ke dinas provinsi,” ujar Bupati Kendal, Mirna Anissa kepada salah seorang guru di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah (12/11). Tampak kelima siswa tersebut masing-masing menulis surat pernyataannya sendiri di ruangan kepala sekolah dengan diawasi seorang guru. Dalam surat pernyataan tersebut, pada intinya para siswa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Sebelumnya Bupati Kendal sempat menemui dan menasihati kelima murid tersebut. Para murid tampak terus menunduk ketika Mirna bicara. Di ruangan tersebut juga turut hadir para wali murid yang dipanggil pihak sekolah.

Mirna meminta anak-anak tersebut memberi penjelasan terkait video yang viral. Ia juga meminta agar mereka berjanji tidak mengulanginya lagi. Bahkan Mirna juga menggertak jika mereka nakal boleh dititipkan ke kantor polisi. “Kalau nakal, agak nakal, titipin ke polres boleh kok sehari dua hari apa ke polsek,” ujar Mirna kepada wali murid yang datang.

Secara pribadi, Mirna mengaku prihatin dengan perlakuan para siswa dan guru dalam video itu. “Dari kronologinya ditanya siapa (melempar kertas) tidak ngaku, kemudian maju 5 orang seolah tidak apa-apa, dari situ etika sudah tidak ada, Reaksi gurunya juga menenangkan dengan cara atraksi kan contoh etika tidak ada. Tidak ada nilai pendidikannya,” pungkasnya. (*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: