Bulan Kesadaran Leukimia: Terapi Stemcell Percepat Pertumbuhan Sel Baik

Di Indonesia sudah banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya investasi stemcell untuk kesehatan.
, Majalah Kartini | 03/10/2017 - 09:03

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka bulan kesadaran leukemia yang diperingati pada bulan September, Cordlife sebagai bank darah tali pusat pertama di Indonesia mengadakan acara Meet The Experts yang mengangkat tema Umbilical Cord Blood The Hidden Gem of Leukemia Treatment di Sari Pan Pasifik, Jakarta, Sabtu (30/9).

Acara Meet The Experts ini merupakan rangkaian acara ini memiliki tema besar #OneBlood, sebuah social responsibility program yang digagas berdasarkan niat bahwa segala usaha yang di Iakukan Cordlife tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial, namun terutama untuk memberikan manfaat lebih kepada masyarakat Indonesia.

Menfapa Terapi Stemcell?

Wita Pratiwi Marketing Manager Cord Blood Banking mengatakan tren kanker di Indonesia grafiknya meningkat dari tahun ke tahun. Di sinilah Cordlife sebagai bank darah tali pusat mengambil peran untuk memberikan harapan baru bagi penderita kanker salah satunya Leukimia. “Ternyata kanker leukimia cukup tinggi. Peran kami adalah terapi stemcell. Nah ini salah satu pilihan treatmen leukimia,” kata Ita.

Jika dulu dikatakan bahwa stemcell adalah langkah terakhir ketika sel kanker tidak merespon semua terapi pengobatan, tapi mengingat trend kanker meningkat sehingga terapi stemcell ini tidak lagi digunakan sebagai jalan terakhir melainkan mempercepat pertumbuhan sel baru setelah dilakukan terapi kanker. “Konsepnya leukimia harus terapi dulu stemcell membantu mempercepat tumbuhnya sel baru. Karena saat diterapi mematikan sel kanker, sel baiknya juga ikutan hilang, sehingga stemmcell fungsinya bisa merecover cel baru,” terangnya.

Di Indonesia, kata Ita sudah banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya investasi stemcell untuk kesehatan, meski penggunaanya saat ini masih terbilang sedikit. Dan Indonesia sendiri sudah ada 11 rumah sakit yang mendapat rujukan penelitian lebih lanjut mengenai stemcell ini, salah satunya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). “Sel punca darah tali pusat kelebihannya saat pengambilan itu tifak sakit karena diambil saat ibu melahirkan sehingga tidak tidak menyakiti ibu dan bayinya. Sel punca ini diambil lalu disimpan di Cordlife dan bisa diambil ketika dibutuhkan,” jelasnya.

Dr. Meriana Virtin selaku Medical Advisor Cordlife Persada mengatakan bahwa saat ini di Corlife, terapi stemcell bisa dilakukan oleh 85 jenis penyakit kelainan darah seperti leukimia dan limfoma. Leukimia, kata dia berbeda dengan kanker lain yang berdasarkan stadium melainkan. “Pengobatan tergantung jenis leukimianya. Ada juga yang diberi stemcell jika sudah tidak bisa merespon terapi kanker,” katanya.

Sebagai bank darah tali pusat, Corlife tidak fokus pada penggunaan tapi kualitas penyimpanan sehingga saat digunakan, sel punca terjaga dengan baik dengan suhu penyimpanan di bawah suhu beku namun tidak merusak sel itu sendiri. Bahkan saat ini, terapi stemcell tidak hanya digunakan untuk pengobatan penyakit degeneratif tapi juga bisa digunakan untuk masalah tulang dan sendi. “Biasanya saat pengambilan darah tali pusat kita butuh 125 cc, lalu kita gunakan obat Antikoagulan agar tidak beku. Nantinya ini diproses hingga menjadi lebih sedikit. Penyimpanan Stemcell ini tahan sampai seumur hidup,” jelasnya.

Cordlife menghadirkan beberapa pakar dan praktisi seperti Dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA selaku dokter spesialis anak yang fokus pada penyakit kanker pada anak; Indra Bachtiar, PhD selaku principal investigator in Stem Cell and Cancer Institute; Li, MingMing Ph.D, PMP selaku Direktur Laboraturium Cordlife Group Limited dan dr. Meriana Virtin selaku medical advisor Cordlife Persada yang memandu acara. Selain itu, hadir pula Pinta Manullang-Panggabean, ketua Yayasan Anyo Indonesia (YAI), yaitu yayasan yang peduli terhadap penyakit kanker pada anak.

Pada acara Meet the Experts kali ini, para pembicara menfokuskan pada peran sel punca dalam terapi penyakit leukemia dimana sel punca Hematopoetik (HsC) pada darah tall pusat terbukti dapat membantu terapi pengobatan penyakit leukemia. Dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpAlK), MHA juga membahas perawatan paliatif pada anak-anak dengan penyakit leukemia. Selain membahas sel punca dari darah tali pusat, Indra Bachtiar, PhD membahas sumber terbaru sel punca yang berasal dari membran tall pusat.

Selain dari sisi pengobatan, peran Caretaker diperlukan dalam meningkatkan semangat pasien leukemia menjadi sharing yang dibawakan Pinta Manullang-Panggabean sebagai orang tua yang pernah menangani anak dengan penyakit Leukemia. Acara Meet The Experts ditutup dengan penyerahan donasi simbolik satu set alat musik dari Cordlife yang diwakili Retno Suprihatin sebagai Country Director PT Cordlife Persada dan donasi simbolik mainan. (Foto: Andim)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: