BI Tegaskan Larangan Gesek Ganda pada Mesin Kasir

Ketentuan PBI tentang pelarangan gesek ganda sudah berlaku sejak tahun lalu.
, Majalah Kartini | 11/09/2017 - 17:02

MajalahKartini.co.id – Sejak tahun lalu, Bank Indonesia (BI) sudah menetapkan larangan pengambilan data dari kartu nontunai melalui mesin kasir. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. PBI ini mulai berlaku pada 9 November 2016 lalu.

Di bagian penjelasan PBI Pasal 34 ayat b, menyebutkan Penyelenggara Jasa Sistem pembayaran dilarang menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran. Penyalahgunaan data tersebut seperti pengambilan nomor kartu, nomor CVV (card verification value), waktu kadaluarsa ataupun kode layanan melalui mesin kasir di pedagang. “Tercakup di dalamnya adalah larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang,” tegas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman beberapa waktu lalu.

Agusman menjelaskan, pemrosesan data Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) hanyadapat dilakukan acquire. Acquire adalah bank atau lembaga yang bekerja sama dengan pedagang. Untuk mendukung perlindungan data masyarakat, acquirer diwajibkan mengambil tindakan tegas apabila pedagang masih melakukan praktik penggesekan ganda.

Ada solusi lain selain melakukan penggesekan ganda pada mesin EDC dan mesin kasir, yaitu dengan melakukan input kode otorisasi dan lain-lain. Hal ini ditegaskan oleh Direktur BCA Santoso, sebagai solusi mempermudah rekonsiliasi transaksi pembayaran, perusahaan menawarkan agar EDC bank terhubung dengan mesin kasir merchant.

Namun masih belum semua merchant perusahaan menerapkan solusi tersebut. “Sudah ada cukup banyak merchant yang mesin kasirnya terhubung dengan EDC, namun kami lakukan bertahap karena membutuhkan development informasi dan teknologi bagi merchant untuk perubahan tersebut,” tutupnya. (Cindy/Foto: Shutterstock)

 

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: