Benjolan Payudara Bisa Jadi Tanda-tanda Kanker Payudara

Benjolan kanker payudara adalah benjolan yang tidak sakit di awal terbentuknya.
, Majalah Kartini | 27/03/2017 - 15:05

benjolan kanker payudara

MajalahKartini.co.id – Ada beberapa tanda-tanda dari gejala kanker payudara, salah satunya benjolan. Tapi benjolan di payudara belum tentu kanker. Hanya 20 persen yang dinyatakan sebagai kanker. Paling banyak adalah fibrokistik payudara yang disebabkan hormonal.

“Benjolan kanker payudara adalah benjolan yang tidak sakit di awal terbentuknya. Kalau benjolan terasa sakit disertai payudara keras dan bengkak kalalu kita lakukan pemeriksaan dengan USG umumnya adalah kista,” jelas dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk spesialis bedah onkologi pada media workshop tema Harapan Baru Terapi Kanker Payudara Stadium Lanjut oleh PT Roche Indonesia di Jakarta, Rabu (15/3).

Ia menjelaskan, kanker payudara stadium lanjut umumnya sudah menyebar ke paru-paru, tulang dan hati. Gejala kanken payudara umumnya terlihat jelas ketika memasuki stadium 3 dan 4. “Apabila ada benjolan di payudara tanpa rasa nyeri, maka perlu dicurigai, kemungkinan itu kanker payudara stadium 1,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Bob memaparkan ada berbagai faktor risiko kanker payudara yakni usia (mulai 30 tahun dengan temuan kasus terbanyak usia 50 tahun), faktor genetik (mutasi BRCA 1 dan BRCA 2), menstruasi dini, riwayat penyakit, kehamilan pertama di usia tua, menopause usia lanjut, pola hidup tidak sehat, tidak menyusui dan penggunaan kontrasepsi oral.

“Pasien yang memiliki risiko tinggi harus lebih agresif melakukan deteksi dini dengan Periksa Payudara Sendiri (Sadari). Pemeriksaan mamografi atau USG dilakukan di atas usia 40 tahun,” lanjutnya.

Catatan medis RS Dharmais menunjukkan, hampir 85% pasien kanker payudara datang dalam stadium lanjut. Angka harapan hidup selama 5 tahun untuk penderita kanker payudara stadium 4 hanya 22%, sangat jauh dibandingkan jika ditemukan pada stadium 0-1 yang dapat sembuh nyaris 100%.

Terapi kanker payudara masih mengandalkan pembedahan berupa lumpektomi yaitu pengangkatan sel kanker dan jaringan sekitarnya dengan payudara tetap dipertahankan, mastektomi sebagian yaitu pengangkatan sel kanker serta jaringan sekitar dengan luas yang lebih besar, dibandingkan lumpektomi. Sedangkan masektomi total adalah pengangkatan sel kanker serta seluruh payudara, untuk mencegah sel tumor muncul kembali.

Indikasi pembedahan adalah untuk kanker payudara stadium 1,2 dan 3. Kanker payudara stadium 4 dilakukan pembedahan jika kondisi kankernya menimbulkan bau, menyebabkan percarahan, atau nyeri sehingga menurunkan kualitas hidup pasien.

Radioterapi dan kemoterapi adalah terapi lanjutan setelah pembedahan untuk mematikan sel-sel kanker yang masih tersisa dan beredar di pembuluh darah. Sebanyak 70% penderita kanker payudara memiliki status hormonal positif, artinya memiliki reseptor hormonal di permukaan sel kankernya. Terapi hormonal diberikan untuk menghambat hormon progesteron dan estrogen.

Pasien dengan status hormonal positif, terutama dengan reseptor Human Epidermal Reseptor (HER) 2positif, dapat diberikan terapi anti-HER2 yaitu trastuzumab. Dan kini ada terapi terbaru dengan pertuzumab untuk pasien kanker payudara stadium lanjut dengan HER2 positif yang terbukti meningkatkan harapan hidup 6 bulan lebih lama, jika dikombinasikan dengan kemoterapi dan trastuzumab.(Foto : Andim)

Tags: , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: