Beli Produk Housware Berdasarkan Fungsi Vs Beli Berdasarkan Gengsi

Untuk apa membayar dengan harga mahal jika Anda bisa membeli produk rumah tangga dengan harga yang lebih murah tapi fungsinya sama saja.
, Majalah Kartini | 08/09/2017 - 10:11

MajalahKartini.co.id – Saat ini industri produk rumah tangga seakan tak mau kalah dengan produk fashion yang bisa dibeli melalui smartphone. Menjadi bagian dari perkembangan teknologi, Dusdusan.com (DDC)akan
meluncurkan aplikasi mobile dalam waktu dekat. “Aplikasi ini dirancang untuk membantu reseller
mendapatkan kemudahan akses fitur-fitur yang terdapat di website Dusdusan.com,” ujar Christian Kustedi selaku Co-Founder Dusdusan.com, pada pembukaan Indonesia’s Biggest Business Expo 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jumat (8/9).

Berbicara mengenai inovasi, Christian mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berinovasi menghadirkan produk-produk sesuai kebutuhan masyarakat. Tahun ini, DDC menargetkan 100 item produk baru semua level. “Agar pelanggan tidak bosan kita pasti akan melakukan inovasi misalnya mengganti produk yang sudah ada tanpa menguranggi kualitasnya,” ujarnya.

“Ada banyak masukan juga dari resseller kami. Kita tanya ‘apa lagi yang dibutuhkan market di kota masing?’ Ada yang minta tas, ada minta baju muslim, panci dan teflon kita tampung semua. Kita lihat mana yang peluangnya paling besar dan marketnya sudah terbentuk baru kemudian kita suplai produknya,” terangnya.

Lebih lanjut Christian memberikan tips dalam memilih produk rumah tangga ada dua cara yaitu, cari berdasarkan fungsinya dan cari berdasarkan gengsinya. Orang yang mencari bersadarkan fungsinya merasa tidak perlu membayar tiga atau empat kali lipat untuk produk dengan manfaat yang sama. “Target kita adalah orang-orang memang mentingin fungsi. Jadi buat apa bayar mahal untuk barang yang fungsinya sama. Di kita harganya transparan baik costumer maupun resseller dapat harga yang betul-betul harga produk,” pungkasnya.

Selain itu, supplier produk rumah tangga eksklusif yang memiliki komunitas reseller terbesar di Indonesia menerapkan sistem pendaftaran baru bagi calon reseller, yaitu dengan proses seleksi. Perubahan sistem yang bermula di bulan Juli 2017 ini dilakukan untuk menyaring calon yang serius ingin mengembangkan usahanya. Adapun proses seleksi ini dilakukan bagi calon yang mendaftar secara online di website Dusdusan.com.

“Filter pertama kita ialah masa aktif member hanya setahun dan bisa diperpanjang jadi mereka harus bayar lagi jika mau perpanjang. Dan yang kedua melakukan filter terhadap resseller yang akan bergabung. Ini kita lakukan untuk mencegah adanya resseller nakal yang biasa merusak harga. Kita cukup tegas ya untuk hal ini. Karena kalau satu orang merusk harga, terus didiemin maka akan merusak semuanya,” terang Christian.

Terhitung awal tahun 2017 hingga Agustus 2017, jumlah reseller DDC mencapai lebih dari 30.000 reseller di seluruh Indonesia, 90 persen adalah perempuan yang kebanyakan ibu rumah tangga. bukan hanya perempuan, namun 10 persen resseller DDC adalah laki-laki. “Kami menerapkan sistem ini agar seluruh reseller Dusdusan.com adalah mereka yang benar-benar serius mengembangkan usaha atau berbisnis secara mandiri, tanpa tekanan dari siapapun, sehingga dapat fokus pada usaha mereka masing-masing ke depannya”, tuturnya.

Dalam mempertahankan posisinya sebagai brand houseware product, DDC terus memberikan edukasi kepada resseller agar mengincar profit, sedangkan poin hanya sebagai bonus. Poin bukan value yang mesti dikejar oleh semua resseller. “Kita gak ada istilah tutup poin. Jadi resseller tidak usah mikirin poin, dia belanja pelan-pelan, merintis usaha pelan-pelan. Mereka bisa dapat poin dengan ikutan challenge dan kalau berkontribusi ke komunitas juga dapat poin,” lanjutnya.

Berbeda dengan proses seleksi online, kehadiran DDC dalam acara Franchise and License Expo Indonesia (FLEI) 2017 pada 08-10 September 2017 membuka kesempatan kepada masyarakat luas yang ingin bergabung menjadi reseller Dusdusan.com tanpa proses seleksi. Tak hanya itu, bisnis e-commerce ini berbagi tips dan trik bisnis dengan mengundang beberapa rekan reseller yang sudah berhasil dalam merintis bisnisnya sendiri.

“Dengan pendaftaran secara offline, kami bisa bertemu langsung dan tatap muka dengan calonnya. Bila sudah memiliki visi dan pemahaman yang sama, barulah calon tersebut dapat menjadi reseller kami,” lanjut Christian.(Foto : Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: