Begini Mengatasi Kecanduan Sosial Media Anak

Penggunaan sosial media anak harus dibatasi dan diinformasikan dengan baik oleh orang tua.
, Majalah Kartini | 05/09/2017 - 19:02


MajalahKartini.co.id – Zaman sekarang seluruh aktivitas sudah terintegrasi dan tekoneksi dengan sosial media secara cepat. Seperti halnya membuat akun, para pengguna hanya perlu untuk membuat satu sosial media dan bisa secara otomatis mengkoneksikan akun media sosial lainnya.

Hal ini membuat para anak bisa dengan sangat mudah mengakses sosial media melalui gadget orang tua ataupun miliknya sendiri. Memang gadget menjadi kebutuhan, tetapi orang tua tidak bisa secara bebas memberikan gadget dan sosial media untuk anak. Banyak orang tua saat ini membuat akun sosial media untuk anaknya sejak lahir sekedar untuk mengabadikan momen bersama anak ataupun secara tidak langsung membuat anak menjadi eksis di dunia maya dengan memiliki banyak followers.

Saat anak sudah mulai mulai mengerti dan melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya, anak akan cepat tanggap dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya secara cepat. Terutama saat teman sepermainannya menggunakan akses sosial media yang sama, anak akan semakin cepat menggunakan sosial media tanpa harus diajarkan oleh orang tuanya. Ini menjadi masalah besar untuk anak, anak yang tidak dibatasi oleh orang tua akan kecanduan sosial media dan seluruh aktivitasnya akan lebih banyak dilakukan dalam sosial media dibanding bermain dengan teman, keluarga, ataupun kedua orang tuanya.

Sebelum anak kecanduan sosial media, ada baiknya orang tua berusaha membatasi penggunaan media sosial anak dengan membentuk aturan-aturan khusus seperti yang disampaikan oleh pakar psikolog keluarga, Tara de Thouars, BA, M.Psi. “Sebenarnya sosial media kita tidak bisa membatasi waktu tertentu, idealnya untuk anak-anak tidak lebih dari 2 jam sehari. Tetapi kadang-kadang karena orang tua juga pakai, kita tidak bisa membatasi. Yang paling penting adalah kalau bisa menunda selama mungkin untuk memberikan gadget kepada anak, karena kalau anak sudah merasa itu punya saya akan lebih susah untuk dikontrol. Jadi kalau misalnya mau, pinjam punya orang tuanya itu akan lebih mudah untuk dikontrol,” ucap Tara.

Peran orang tua dalam tumbuh kembang mental anak sangatlah penting, karena sosial media bisa berdampak kepada depresi. Apabila anak terlalu sering mengakses sosial media dan anak yang tidak memiliki mental kuat akan mudah terpengaruh.

Contohnya seperti saat anak melihat di sosial media ada temannya yang posting jalan-jalan keluar negeri, membeli barang-barang bermerek, makan dan minum mewah, dan foto sosialita bersama teman-temannya. Anak yang tidak kuat mental akan merasa dirinya tidak sesempurna apa yang dilihat oleh dirinya. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan sosial anak dan menuntut lebih kepada orang tuanya.

Sebelum anak mengalami gangguan mental, ada baiknya orang tua membuat komitmen terlebih dahulu kepada anak. Seperti menjaga dan menguatkan mental anak dengan kasih sayang dan pengertian, memuji anak dengan hal-hal kecil yang paling disukai oleh dirinya, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. (Felita Herlina Ciciliani/Foto: thetanjungpuratimes dan Felita Herlina Ciciliani).

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: