Bayi Pertama di Dunia Lahir dengan Tiga DNA

Ibu 32 tahun yang sudah empat kali gagal melakukan fertiliasi in vitro (IVF) atau bayi tabung, akhirnya berhasil memiliki bayi dengan teknologi tiga DNA.
, Majalah Kartini | 18/04/2019 - 10:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Tim dokter Yunani dan Spanyol mengumumkan kelahiran bayi yang berasal dari DNA tiga orang berbeda. Seorang bayi hadir di dunia dengan memiliki tiga orang tua. Bayi tersebut dilahirkan dengan sebuah prosedur yang dikenal kontroversial di dunia kesehatan.

Dilahirkan dari seorang perempuan Yunani yang memiliki masalah kesuburan. Ibu 32 tahun tersebut mengatakan sudah empat kali gagal melakukan fertiliasi in vitro (IVF) atau bayi tabung. Dikutip dari New York Post pada Jumat (12/4/19), para dokter di Spanyol akhirnya menggunakan teknik maternal spinal transfer (MST) untuk mengambil DNA dari salah satu sel telurnya. Kemudian sel telur tersebut dipindah ke sel telur lain sebelum dibuahi dengan sperma.

Baca Juga: Bayi Lahir “Mengandung” Janin di Kolombia

Inovasi Reproduksi

Intitutue of Life Yunani memberikan pernyataan bahwa bayi ini lahir pada Kamis (11/4/19) dengan berat 2,96 kg. “Hari ini, untuk pertama kalinya di dunia, hak seorang wanita yang hilang untuk menjadi ibu dari gennya sendiri bisa menjadi kenyataan,” kata Panagiotis Psathas, presiden Institute of Life dikutip dari AFP.

“Sebagai ilmuwan Yunani, kami sangat bangga mengumumkan inovasi internasional dalam hal reproduksi. Dan kami sekarang berada dalam posisi untuk memungkinkan wanita yang mengalami banyak kegagalan IVF atau penyakit genetik mitokondria langka untuk memiliki anak yang sehat,” ujar Panagiostis.

Baca Juga: Seorang Ibu Melahirkan 6 Bayi dalam 9 Menit

Disebutkan bahwa proses “menciptakan” bayi ini melibatkan sel telur dari ibu yang tidak subur, sperma ayah dan sel telur perempuan lain untuk mengandung bayi laki-laki. Tentu saja hal ini akan membuat materi genetik dengan kromosom dari ibu ke sel telur donor yang bahan genetiknya sudah dihapus. Hal ini disebut sebagai revolusi medis. Teknik IVF (fertilisasi in vitro) ini membuat seorang ibu yang tidak bisa hamil jadi bisa memiliki seorang anak.

Sementara itu, Matina Karavokyri selaku ibu dari bayi tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pendonor sel telur untuknya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak padanya. Dia adalah salah satu dari banyak orang yang membantu membuat saya bahagia. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya, meskipun saya tidak mengenalnya. Saya berharap yang terbaik untuknya,” kata Karavokyri kepada Athens-Macedonian News Agency (ANA), dikutip dari AFP.

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: