Bawaslu Hentikan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Dinilai tidak termasuk tindakan kampanye hitam, Bawaslu tidak melanjutkan kasus hoax Ratna Sarumpaet ke tingkat penyidikan.
, Majalah Kartini | 26/10/2018 - 10:00

MajalahKartini.co.id – Seperti sebelumnya diketahui, Ratna Sarumpaet terbelit kasus penyebaran hoax penganiayaan yang nyata ia baru selesai melakukan operasi plastik kecantikan. Terkait hal tersebut, ada tiga pihak yang melaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai kampanye hitam.

Pelapor pertama adalah Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), yang mempermasalahkan penyebaran kabar penganiayaan yang ternyata hoax sebagai kampanye hitam. Kedua, Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin melaporkan dugaan pelanggaran komitmen kampanye damai timses Prabowo. Timses Jokowi berharap Bawaslu memberikan teguran bila menemukan pelanggaran komitmen kampanye damai Pilpres 2019 agar ada efek jera bagi penyebar hoax. Pelapor ketiga, Relawan Pro-Jokowi (Projo), melaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Projo meminta Bawaslu membatalkan pencalegan Fadli Zon dan caleg DPR yang tergabung dalam timses Prabowo karena diduga ikut menyebarkan berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Menanggapi tiga laporan tersebut, kini Bawaslu justru memutuskan menghentikan penanganan laporan penyebaran hoax Ratna Sarumpaet. Penanganan laporan dihentikan karena kejadian tersebut dianggap tidak ada kaitannya dengan pemilu. “Kasusnya dihentikan, itu rekomendasi putusan Bawaslu secara resmi,” ujar anggota Bawaslu, Rahmat Bagja dilansir dari detikcom (25/10).

Bagja mengatakan kasus ini dihentikan karena tidak mengandung unsur kampanye. Dia mengatakan pihaknya tidak akan melanjutkan kasus penyebaran hoax ini ke tingkat penyidikan. “Iya, karena tidak memenuhi unsur kampanye. Tidak kasusnya tidak dilanjutkan pada tingkat penyidikan,” tambah Bagja.

Status dihentikannya laporan ini tertuang dalam surat pemberitahuan Bawaslu yang ditandatangani langsung oleh Ketua Bawaslu Abhan. Ketiga laporan ini teregister dalam nomor 02/LP/PP/RI/00.00/X/2018, 03/LP/PP/RI/00.00/X/2018 dan 04/LP/PP/RI/00.00/X/2018. (*)

 

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: