Banjir Bahoi, Balita Tewas Terseret Arus

Banjir dan longsor ini dipicu oleh hujan dengan intesitas yang tinggi.
, Majalah Kartini | 27/09/2016 - 17:30

MajalahKartini.co.id – Hujan deras dan tingginya kerentanan menyebabkan bencana banjir dan longsor menimpa di Kampung Bahoi, Desa Bahoi, Kecamatan Manganitu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Sabtu (24/9) pukul 16.00 WITA. Seorang balita berusia 2 bulan meninggal dunia terseret arus banjir.

Korban meninggal akibat kepanikan orang tua korban yang tidak sempat menyelamatkan bayi mereka. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sangihe telah mengevakuasi 15 KK atau 54 jiwa ke tempat yang aman. BPBD Kepulauan Sangihe telah melaporkan kejadian bencana kepada Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Senin (26/9) pagi.

“Di samping korban jiwa, banjir menyebabkan kerugian material mencakup lima rumah rusak berat dan satu rusak ringan. BPBD setempat masih melakukan pendataan di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran pers yang diterima, Senin (26/9).

BPBD Kepulauan Sangihe, lanjut dia, terus melakukan koordinasi dengan TNI, Polri dan Tim SAR untuk upaya tanggap darurat. Pos lapangan telah dibentuk untuk penanganan tanggap darurat. Selain itu, BPBD setempat bersama masyarakat dan Dinas Pekerjaan Umum melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing material longsor dan lumpur akibat pascabanjir.

“BPBD setempat menghadapi tantangan dalam pendistribusian bantuan logistik karena akses jalan yang tertutup material longsor,” kata dia. Banjir dan longsor ini dipicu oleh hujan dengan intesitas tinggi dan kondisi desa yang berada di kawasan perbukitan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk siaga dan waspada terhadap potensi banjir dan longsor bagi mereka yang berada di kawasan perbukitan maupun yang berada di sekitar bantaran sungai. Banjir dan longsor biasanya dipicu oleh curah hujan tinggi dan durasi lama. Apalagi curah hujan periode saat ini lebih tinggi intensitasnya akibat pengaruh La Nina dan anomali cuaca.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor dihimbau waspada. Cermati dan periksa kondisi lingkungan sekitarnya. Jika ada tanda-tanda bahaya, atau hujan lebat agar mengungsi ke tempat aman untuk sementara. (Foto: Istimewa)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: