Balita Tubuhnya Kurus Kaku Seperti Kayu

Ahmad Fajar seperti menderita gizi buruk karena hanya memiliki berat badan 5,5 kilogram
, Majalah Kartini | 18/04/2019 - 08:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Seorang balita berusia empat tahun di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menderita penyakit langka. Seluruh tubuhnya kurus dan kaku seperti kayu yang tidak bisa digerakkan.

Ahmad Fajar diasuh oleh neneknya karena ditinggal oleh ibunya yang meninggal dunia. Ahmad Fajar seperti menderita gizi buruk karena hanya memiliki berat badan 5,5 kilogram. Meskipun sang nenek sudah berupaya memberikan makanan berupa bubur, sayuran dan susu, Fajar tetap saja bertubuh kurus. Kondisi seperti ini sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir. Kedua tangan dan kaki balita berusia empat tahun ini kaku seperti kayu

Baca Juga: Kesehatan Anak: Waspada Picky Eater Sebabkan Stunting

Tak Pernah Menangis Selama 21 Hari

Asmiatun, sang nenek punya dugaan sendiri mengenai kelainan sang cucu ini. Ia merasa karena kondisinya ini terjadi karena saat dilahirkan Fajar keracunan air ketuban. Di awal kelahiran, kondisinya sehat, tetapi tidak nangis sampai 21 hari. Sejak itu, badannya semakin kurus dan kaku seperti kayu, hanya lehernya yang bisa digerakkan. Meski sudah dibawa ke rumah sakit dan pengobatan alternatif, tetap saja belum ada perkembangan.

Asmiatun masih menyimpan harapan agar cucunya bisa disembuhkan dan bermain seperti anak lainnya. Dia juga berharap mendapat bantuan dari Pemkab Mojokerto untuk menangani kondisi Ahmad Fajar. “Saya kepingin dia sehat, kayak arek-arek biasa,” ujarnya.

Dibantu Dinas Setempat

Berkat pemberitaan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto berjanji akan memberi perawatan kepada Ahmad Fajar. “Pagi tadi kami evakuasi ke RSUD RA Basuni. Sebab, kondisinya memburuk. Kami semua berupaya agar dia mendapat perawatan,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kabupaten Mojokerto, Susi Dwiharini, Kamis (11/4/19).

Baca Juga: Pentingnya Mengubah Pola Pikir Orangtua

Susi belum bisa memastikan jenis penyakit yang diderita Ahmad Fajar. Sebab, sampai saat ini, dia masih mendapat penanganan. Namun, berdasarkan pemeriksaan fisik, balita yang diasuh oleh neneknya ini mengalami kelainan tumbuh kembang.  Kondisi ini diperparah dengan asupan gizi yang kurang. “Selain karena gizi buruk, balita ini juga mengalami kelainan tumbuh kembang. Informasi dari neneknya, kelainan ini muncuk sejak usinya 1,5 tahun,” katanya.

Susi mengakui, sejak ibunya meninggal dunia, Ahmad Fajar kurang mendapatkan asupan gizi. Akibatnya, tumbuh kembangnya terganggu. “Mudah-mudahan dengan perawatan ini kondisinya membaik,” katanya.

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: