Balita Susuri Padang Salju Demi Selamatkan Nenek

Menghadapi suhu minus 34 derajat dan ancaman serigala saat menempuh 19 kilometer ke rumah tetangga.
, Majalah Kartini | 24/03/2017 - 21:15

Balita selamatkan nenek

MajalahKartini.co.id – Saglana Salchak, gadis empat tahun asal Tuva, Rusia, berjalan menyusuri 12 mil gurun Siberia yang beku. Upaya ini dilakukan untuk mencari orang yang bisa menyelamatkan neneknya yang tiba-tiba tak bergerak. Dia memutuskan pergi ke rumah tetangga.

“Saya hanya berjalan dan berharap sampai di sana (rumah tetangga). Saya merasa kedinginan dan ingin makan,” ujar Saglana seperti yang dilansir dari Theguardian.com.

Kisah ini bermula ketika neneknya, 60 tahun, tiba-tiba sakit. Saglana tinggal bersana kakek neneknya di kawasan peternakan di tengah Hutan taiga. Jarak rumahnya dengan tetangga sekitar 12 mil atau 19 kilometer.

Ketika neneknya sakit, kakeknya tidak bisa berbuat apapun karena buta. Saglana menjadi satu-satunya tumpuan bagi pasangan lansia ini.

Dengan sekotak korek api untuk menyalakan lentera, Saglana berjalan di pagi buta padahal suhu udara mencapai 34 derajat celsius. Butuh waktu berjam-jam Saglana untuk berjalan sejauh lima mil.

Bahaya selain udara dingin adalah banyaknya serigala yang berkeliaran. “Tuva adalah daerah yang banyak serigala.Dia (Saglana) bisa dengan mudah dimangsa serigala,” kata kepala tim pencarian dan penyelamatan, Semyon kepada Koran Komsomolskaya Pravda.

Setelah lima mil, balita ini kelelahan dan lupa letak rumah tetangganya. Dia berhenti dan kebingungan. Syukurlah, ada tetangga yang melihat sehingga dia tidak mati kedinginan.

Sang tetangga langsung memanggil tenaga medis desa untuk menyelamatkan Saglana. Setelah memastikan kondisi gadis mungil ini sehat, medis langsung bergegas ke rumah kakek dan neneknya. Malangnya, sang nenek yang mendapatkan serangan jantung itu tak bisa diselamatkan.

Meski tak berhasil menyelamatkan neneknya, orang-orang menyebut Saglana sebagai pahlawan. Aktivis dari Tuva, Sayana Mongush miris mendapati keluarga Saglana tidak memiliki alat alat komunikasi. Dia merasa pemerintah tidak melakukan langkah berarti bagi rakyatnya meski warga Tuva asli, Sergei Shoigu menjabat menteri pertahanan.

“Saat masih Uni Soviet, seorang gembala sudah memiliki radio komunikasi. Sekarang, di abad 21, bocah 4 tahun harus berjalan kaki hanya karena tidak memiliki alat komunikasi,” kata Sayana.(Ndari/Foto : Istimewa)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: