AS Tuding Korut Tersangka Serangan Ransomwar

Chertoff mengatakan bahwa kemungkinan besar bahwa orang-orang Korut terlibat dalam serangan uang tebusan.
, Majalah Kartini | 29/05/2017 - 20:02

AS Tuding Korut Tersangka Serangan Ransomware

MajalahKartini.co.id – Mantan kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) menuding Korea Utara (Korut) kemungkinan berada di balik serangan siber ransomware di NHS, Inggris dan sampai 100 negara. Michael Chertoff mengatakan agen atau sekutu rezim Pyongyang adalah tersangka yang paling mungkin atas serangan siber global. Serangan siber ransomware meretas sistem administrasi layanan kesehatan di Inggris dan infrastruktur negara di seluruh dunia bulan ini

Chertoff, yang bertugas di bawah Presiden George W Bush dari tahun 2005 sampai 2009, adalah seorang pakar cybercrime dan terorisme global. Pernyataan itu dilontarkannya saat berbicara dalam sebuah konferensi internasional mengenai terorisme dan keamanan di ibukota Slovakia, Bratislava, akhir pekan ini. “Masalahnya dengan Korut adalah mereka sebagian besar tidak berpartisipasi dalam sistem keuangan atau komersial global,” katanya seperti dikutip dari The Guardian, Senin (29/5).

“Jadi bagaimana mereka mendukung rezim mereka? Nah, mereka melakukan itu pada dasarnya dengan melakukan kejahatan dalam skala global apakah itu menyelundupkan barang palsu, obat-obatan terlarang, perdagangan manusia atau pencurian, ini secara harfiah adalah kasus kriminal. Jadi, tidak mengejutkan saya bahwa mereka akan berusaha menghasilkan uang dengan melakukan ransomware dan pemerasan,” jelasnya.

Ahli keamanan dunia maya juga menghubungkan Korut dengan aksi peretasan, dengan perusahaan papan atas Kaspersky dan Symantec keduanya mengatakan bahwa rincian teknis dalam kode WannaCry menyerupai aksi peretasan sebelumnya yang terkait dengan Pyongyang. Chertoff mengatakan bahwa kemungkinan besar bahwa orang-orang Korut terlibat dalam serangan uang tebusan tersebut daripada orang-orang Rusia.

“Saya tidak berpikir orang-orang Rusia umumnya, sebagai negara terutama, dalam serangan siber untuk menghasilkan uang karena mereka memiliki ekonomi sendiri. Korut tidak benar-benar memiliki banyak perdagangan yang sah dan jadi inilah jenis yang akan mereka gunakan,” ucapnya. (Foto: Istimewa)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: