Anda Sedang Hamil? Hindari Minuman Bersoda & Ketahui Bahayanya!

Minuman bersoda banyak mengandung gula, asam fosfat, karbonat, bahan pengawet, dan kafein, yang dapat membahayakan janin.
, Majalah Kartini | 27/11/2018 - 14:00

MajalahKartini.co.id – Ada banyak pantangan makanan dan minuman ketika Anda tengah hamil atau mengandung. Pasalnya, Anda tidak hanya mengonsumsi pasokan makanan dan minuman untuk tubuh Anda sendiri melainkan juga janin dalam kandungan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari beberapa makanan dan minuman yang dapat berisiko ketika hamil. Salah satunya, minuman bersoda. Minuman tersebut banyak mengandung gula, asam fosfat, karbonat, bahan pengawet, dan kafein, yang dapat membahayakan janin. Konsumsi minuman bersoda berlebihan pada Ibu Hamil akan menimbulkan risiko kesehatan sebagai berikut:

Obesitas. Penyakit kelebihan berat badan 75 persen dari berat ideal ini merupakan faktor utama penyebab meningkatnya risiko diabetes (terutama diabetes tipe 2) dan penyakit kardiovaskular. Pada kehamilan, penyakit diabetes dapat memengaruhi bobot janin menjadi terlalu besar sehingga sulit dilahirkan.

Hipertensi. Kandungan kafein dalam minuman bersoda dapat penjadi pencetus munculnya hipertensi. Pada kehamilan, hipertensi dapat mendorong terjadinya kelahiran prematur.

Melemahkan sistem imunitas. Ilmuwan telah membuktikan, gula dapat menghalangi kemampuan tubuh melawan bakteri. Soft drink yang mengandung 12 sendok teh gula cukup melemahkan kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat, yaitu sekitar 60 persen selama lima jam. Konsumsi minuman bersoda secara berlebihan, apalagi ditambah makanan bergula lainnya, berpotensi membuat sel-sel darah putih tidak bekerja efektif untuk beberapa jam setiap hari.

Kesehatan tulang dan osteoporosis. Minuman ringan yang memiliki kadar asam fosfat tinggi menyebabkan peningkatan asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan risiko terhambatnya penyerapan kalsium dalam tubuh serta berdampak terhadap penurunan massa tulang. Selanjutnya, sudah dapat diduga, potensi untuk terkena osteoporosis juga semakin tinggi. (*)

 

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: