Anak Disabilitas Penyelamat Korban Gempa Lombok

Taufik, seorang anak penyandang disabilitas yang bekerja sebagai pemandu wisata menjadi penyelamat bagi puluhan korban warga negara Malaysia saat bencana di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep.
, Majalah Kartini | 26/03/2019 - 08:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.idTaufik adalah anak penyandang disabilitas yang menjadi penyelamat bagi puluhan warga negara Malaysia saat gempa mengguncang dan menyebabkan longsoran bebatuan besar di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep, Senaru, Lombok Utara, Minggu (17/3/19).

Taufik menuntun para wisatawan keluar dari lokasi bencana saat kawasan wisata Tiu Kelep yang dihantam longsoran. Sejumlah warga Malaysia yang selamat berterima kasih dan bersyukur telah diselamatkan oleh Taufik yang tiada lelah menunjukkan jalur aman untuk keluar dari kawasan wisata tersebut.

Foto: Istimewa

Pada konferensi pers, Kamis (21/3/19) mulai dari Global Peace Mission, Duta Besar Malaysia, Bupati Lombok Utara, Nazmul Akhyar dan Tim Dokter RSUP NTB, mengapresiasi keberanian Taufik dan menyebutnya sebagai pahlawan penyelamat. Selain itu, Ketua Pegawai Operasi Global Peace Mission akan memeriksa kesehatan Taufik dan menyekolahkannya hingga jenjang universitas.

Baca Juga: Akibat Gempa Lombok, Air Terjun Tiu Kelep Longsor Menelan 40 Korban

Taufik merupakan penyandang tunarungu dan ia menjadi pemandu wisata karena keadaan ekonomi keluarganya. Taufik dan keluarga hidup dalam keterbatasan dan kekurangan. Ia tinggal di gubuk sederhana bersama nenek dan tiga sepupunya. Orang tua mereka ada yang bercerai dan ada yang bekerja di Malaysia.

Kepala Dusun Lendang Cempaka, Senaru, Sarwan, mengatakan bahwa keluarga Taufik tergolong keluarga miskin. Mereka menerima bantuan, seperti kartu sehat dan raskin, tetapi mereka tidak mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) karena tak ada kepala keluarga. “Kami terus mengupayakan mereka dapat PKH karena sepupu Taufik ada yang sudah bersekolah tetapi terdata di kartu keluarga bapaknya. Hanya saja dia tinggal di sini bersama neneknya” kata Sarwan.

Taufik sejak kecil tak dirawat kedua orang tuanya. Taufik bekerja keras untuk membantu neneknya memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih lagi sang kakek merantau ke Malaysia, kedua orang tuanya bercerai, dan tiga sepupunya bernasib sama, hidup tanpa kedua orang tua.(*)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: