Alasan Konsumsi Keju di Indonesia Masih Rendah

Keju adalah salah satu produk susu olahan yang memiliki tingkat pertumbuhan konsumsi setahun masyarakat Indonesia yang cukup besar, yaitu sebesar 12.50% per tahun.
, Majalah Kartini | 10/04/2017 - 12:07

Alasan Konsumsi Keju di Indonesia Masih Rendah
MajalahKartini.co.id – Salah satu sebab rendahnya konsumsi keju di Indonesia adalah karena adanya stigma bahwa keju adalah makanan mewah dan hanya layak dikonsumsi oleh golongan orang kaya. Di zaman kolonial dulu, memang keju adalah makanan orang Belanda, para bangsawan dan orang kaya. Bisa menyantap keju adalah kemewahan dan menandakan status sosial. Padahal seharusnya setiap orang Indonesia memiliki akses untuk menikmati berbagai manfaat gizi dari keju.

Berbeda dengan di Eropa, keju kerap kali tidak muncul dalam menu makanan khas Asia dan Indonesia. Padahal keju adalah makanan padat nutrisi, beberapa di antaranya vitamin seperti vitamin C, vitamin B6, vitamin B-12, vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K. Vitamin lainnya seperti vitamin B1 (hiamin), riboflavin, niacin juga ditemukan dalam berbagai jenis keju. Keju juga menyediakan beberapa mineral penting bagi tubuh seperti kalsium, natrium, zinc, fosfor, kalium dan zat besi.

Dengan semakin majunya industri dan distribusi, keju bisa dibuat dengan ongkos produksi yang murah. Membuat harga jualnya pun jadi lebih terjangkau. Marketing Manager PT Mulia Boga Raya Lina Phang menjelaskan bahwa Lewat PROCHIZ Vaganza, PROCHIZ ingin menginspirasi masyarakat mengenai serunya kehidupan yang bisa mengambilerbagai manfaat dari keju. ” Sesuai dengan visi dan misi kami  yaitu mengkejukan masyarakat dan memasyarakatkan keju, maka kami berkomitmen untuk menghasilkan keju berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati berbagai manfaat gizi keju,” jelas Lina Phang.

Di sisi lain, sebenarnya Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal (PUSDATIN) Kementerian Pertanian mencatat bahwa keju adalah salah satu produk susu olahan yang memiliki tingkat pertumbuhan konsumsi setahun masyarakat Indonesia yang cukup besar, yaitu sebesar 12.50% per tahun. Dinas Peternakan Jawa Barat juga pernah merilis hasil survei mengenai produk olahan susu yang paling digemari. Sekitar 52 persen menjawab keju. Mengalahkan es krim, yoghurt, ataupun susu murni. Produk keju juga makin populer karena ada banyak merek makanan yang mengeluarkan produk berbahan keju.

Didorong situasi rendahnya konsumsi keju di Indonesia, memotivasi PT Mulia Boga Raya yang berdiri sejak 2007 untuk menyediakan keju dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dan status ekonomi sosial dapat menikmati manfaat gizi dari keju. Brand PROCHIZ sendiri secara resmi diluncurkan di pasaran sejak tahun 2010. “Sesudah 7 tahun berkiprah di Indonesia, PROCHIZ saat ini adalah brand keju asli Indonesia no. 1 dan sudah diekspor juga ke sembilan negara di Asia dan Afrika,” ungkapnya.

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: