Alasan Ini yang Membuat Orang Zaman Dahulu Enggan Senyum Saat Foto

Mungkin pertanyaan tersebut kerap muncul di benak Anda, ternyata ada alasan tersendiri mengapa orang zaman dahulu jarang tersenyum ketika difoto.
, Majalah Kartini | 14/09/2018 - 19:00

MajalahKartini.co.id – Jika kita melihat hasil orang-orang zaman dahulu, pasti kebanyakan dari foto tersebut menampilkan wajah yang kaku tanpa senyum menghadap ke kamera. Mengapa sebagian besar demikian? Berikut fakta di balik tidak tersenyumnya orang-orang zaman dahulu ketika foto di depan kamera.

1. Gigi yang Tidak Cantik
Zaman dahulu teknik kedokteran belum secanggih sekarang. Banyak orang yang mengalami gigi rusak dan tidak mendapatkan penanggulangan yang tepat. Oleh karena itu jumlah penderita gigi patah, atau gigi rusak pada zaman dahulu terbilang tinggi. Supaya tidak membuat hasil foto gagal, mereka lebih memilih untuk menutup mulut rapat-rapat agar giginya tidak nampak.

2. Tawa Lepas  Hanya Ditemui Pada Anak-anak dan Orang Tidak Berpendidikan
Adat orang pada zaman dahulu terlebih lagi kaum bangsawan tidak diperbolehkan untuk tersenyum atau memperlihatkan gigi ketika berfoto karena dinilai tidak sopan. Khusus untuk kaum bangsawan, sopan santun sangat dijunjung tinggi. Hal itulah yang membuat mulut mereka tertutup rapat saat difoto. Selain itu, senyuman itu hanya ditemui pada anak-anak, orang misikin yang tidak berpendidikan serta para pemabuk. Menurut mereka tersenyum saat berfoto sering dikaitkan dengan orang yang bodoh dan konyol.

3. Kamera Tidak Canggih
Diperlukan waktu yang cukup lama untuk proses mendokumentasikan sesuatu atau memotret. Sehingga, akan lelah jika obyek foto harus tersenyum selama proswa foto. Selain itu, satu jepretan kamera saja bernilai sangat mahal, sehingga daripada takut hasil yang tidak baik, mereka lebih memilih diam dan tidak tersenyum.

4. Kondisi Lingkungan yang Menyedihkan
Pengaruh kondisi masyarakat juga menjadi alasan mengapa orang zaman dahulu tidak mau tersenyum saat difoto. Pada masa itu, banyak terjadi perang dan penjajahan yang pada akhirnya membuat mereka susah tersenyum. Menurut kebanyakan dari mereka, tidak tersenyum adalah salah satu cara atau sikap prihatin atas kondisi dunia yang penuh perang dan tidak damai. (*)

Tags: ,

BAGIKAN HALAMAN INI: