Akibat Gempa Lombok, Air Terjun Tiu Kelep Longsor Menelan 40 Korban

BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi dengan pusat gempa pada koordinat 8,37 LS dan 116,55 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 KM barat laut Lombok Timur, NTB pada kedalaman 10 KM. Gempa ini berakibat longsor di Kawasan wisata Air Terjun Tiu Kelep yang menelan 40 korban.
, Majalah Kartini | 19/03/2019 - 08:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 42 gempa susulan pasca gempa magnitudo 5,8 mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (17/3/19).

Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,37 LS dan 116,55 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 KM barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 KM. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

“Sampai dengan pukul 11.00 WITA sudah ada 42 gempa susulan,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, Senin (18/3/19).

“Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Lombok Timur III MMI,” terang Agus. Sebelumnya, dua gempa beruntun mengguncang Lombok Timur dengan magnitudo 5, 8 Minggu (17/3/19) pukul 14.07 WIB. Selang dua menit, gempa magnitudo 5,2 kembali mengguncang pukul 14.09 WIB.

BMKG mencatat gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh sesar turun (normal fault). Gempa dirasakan kuat selama 2 – 5 detik di Lombok Timur. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah.

Baca Juga: Tips yang Baiknya Anda Lakukan Ketika Terjadi Gempa

40 Korban Longsor di Kawasan Wisata Air Terjun Tiu Kelep

Akibat gempa ini, beberapa bangunan ada yang roboh dan rusak serta terjadinya longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep. Terdapat kurang lebih 40 orang wisatawan terkena longsoran di sekitar kejadian. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik.

Selain korban meninggal, sebanyak 21 korban selamat dan berhasil dievakuasi. Mereka mengalami luka-luka akibat terkena longsoran. Data SAR mencatat, tujuh korban luka merupakan WNI dan 14 korban merupakan warga negara Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan konfirmasi delapan warga negara Malaysia menjadi korban tanah longsor. Ia pun mengatakan bahwa Kemlu telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta terkait proses evakuasi.

Dikarenakan banyaknya korban gempa berasal dari wisatawan luar negeri, maka pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai bencana gempa dan longsor di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Foto: Istimewa

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Jakarta, Senin (18/3/19), mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terkait terus bersinergi dan berkoordinasi untuk menangani bencana ini. Guntur juga memastikan bahwa penanganan dan pengobatan bagi korban luka disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi NTB.(*)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: