AIDA Minta Polisi Usut Tuntas Aksi Teror Bom Samarinda

Pemerintah kini dituntut untuk memenuhi hak-hak korban bom.
, Majalah Kartini | 18/11/2016 - 11:30

MajalahKartini.co.id – Aliansi Indonesia Damai (AIDA) menggelar aksi solidaritas untuk kobran bom di Samarinda. AIDA juga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas aksi peledakan bom di Gereja Oikumene. “Kami mendorong pihak kepolisian bekerja secara optimal untuk mengusut tuntas kejahatan terorisme di Samarinda, dan menjerat para pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Direktur AIDA Hasibullah Satrawi, di Menteng, Jakarta, Kamis (17/11).

Hasibullah juga mengatakan AIDA, lembaga yang memacu pemberdayaan dan kampanye perdamaian melalui kisah korban terorisme, mengutuk aksi kekerasan di Samarinda yang telah menyerang anak-anak itu. Dirinya juga meminta pihak kepolisian juga perlu bekerja lebih keras untuk mencegah timbul aksi teror serupa di daerah-daerah lainnya. “Dalam kasus ini, kami berharap tidak ada pihak yang terprovokasi dengan aksi kekerasan tersebut,” kata Hasibullah.

Direktur AIDA itu juga menambahkan, pemerintah kini dituntut untuk memenuhi hak-hak korban sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pelaku peledakan molotov di halaman Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang menewaskan seorang anak dan menyebabkan beberapa anak lain terluka serius.

Kegiatan solidaritas untuk korban bom Samarinda berkerjasama dengan Yayasan Penyitas Indonesia (YPI) yang merupakan perkumpulan korban terorisme di Indonesia. Acara tersebut juga dihadiri beberapa korban bom di Indonesia, seperti korban bom Kuningan, Thamrin. (Raga Imam/Foto: ANT FOTO/Sheravim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: