Ada Korban Meninggal Dunia Akibat Konsumsi Obat PCC

Diduga 3 orang korban meninggal dunia setelah mengonsumsi obat PCC
, Majalah Kartini | 16/09/2017 - 13:09

MajalahKartini.co.id – Peredaran obat PCC sempat membuat sekitar 50 remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara, berperilaku aneh, hilang kesadaran hingga bunuh diri. Hal tersebut diakibatkan karena mengonsumsi 3 obat sekaligus, PCC, Somadril dan Tramadol.

PCC atau Paracetamol Caffein Carisoprodol tersebut jika dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan hilang ingatan, tak sadarkan diri, bicara ngelantur bahkan mengamuk. Sebenarnya obat tersebut digunakan untuk menghilangkan rasa sakit (painkiller) dan obat penyakit jantung. Obat tersebut hanya boleh dikonsumsi dengan izin atau resep dokter.

Pengakuan salah seorang korban berinisial R (22), warga Kelurahan Kemaraya Kota Kendari, efek mengonsumsi PCC itu mulai terasa setelah 10-15 menit. Badannya terasalemas dan terlihat kejang-kejang. Kepalanya pun mulai terasa panas dan merambat ke seluruh tubuh. “Orang yang konsumsi pil ini berusaha cari air. Tidak peduli air bersih atau kotor. Yang jelas, keinginan untuk menceburkan diri sangat kuat, karena badan ini terasa panas,” Jelas R.

Baca juga: Ini Penjelasan BNN Terkait Kandungan Obat PCC

Ternyata, peredaran obat ini dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga Rp. 25.000 per 20 Butir. Selain puluhan korban yang harus dilarikan ke rumah sakit jiwa setelah meminum obat tersebut, ada tiga korban yang harus meregang nyawa.

Seperti seorang siswa SD Berinisial MK (11), meninggal dunia di RS Bhayangkara pada Selasa (12/9), ada juga RIH (22), ditemukan tewas setelah melompat ke Teluk Kendari. Kemudian, M (19), warga Purirano Kecamatan Mata Kabupaten Konawe juga ditemukan tewas di pinggir Kali Wanggu, Kota Kendari. Mereka diduga kuat meninggal dunia setelah mengonsumsi obat PCC. (Cindy/Foto: Kompasfoto)

 

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: