5 Destinasi Sejarah Mengenang Perjuangan Para Pahlawan di Kota Pahlawan, Surabaya

Pertempuran di Surabaya pada 10 November menjadi tonggak keberhasilan para pejuang Indonesia merebut kembali kemerdekaan dari kekuasaan penjajah.
, Majalah Kartini | 10/11/2018 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Setiap tanggal 10 November, Indonesia selalu memeringati sebagai Hari Pahlawan. Sejarah di balik Hari Pahlawan tersebut merupakan apresiasi bagi para pejuang Indonesia yang berhasil merebut kekuasaan Belanda di Surabaya, Jawa Timur. Sosok Bung Tomo pun yang dikenal muncul sebagai penggerak para pejuang untuk berani maju ke medan pertempuran mempertahankan Indonesia. Nah, dalam rangka memeringati Hari Pahlawan, KARTINI ingin mengajak Anda berkeliling tempat bersejarah di Surabaya yang dapat menjadi rekomendasi wisata sejarah ketika Anda menyambangi Kota Pahlawan tersebut. Mari kita simak bersama!

Gedung Internatio. Gedung ini dibangun pada tahun 1920 dan diketahui sebagai markas bagi tentara sekutu. Tak sekedar markas tetapi gedung ini pula menjadi saksi sejarah, karena merupakan lokasi tewasnya pimpinan tentara Inggris Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby. Kematian Mallaby itu lah yang menyulut terjadinya pertempuran 10 November 1945. Sayangnya, hingga kini sosok pejuang yang menembak Mallaby masih menjadi misteri.

Tugu Pahlawan. Siapa yang tidak mengenal monumen satu ini, pasalnya Tugu Pahlawan sudah menjadi ikon kota Surabaya. Tugu Pahlawan terletak di tengah Taman Kebonrojo, tepatnya di seberang kantor Gubernur Jawa Timur. Terdapat sebuah museum di dekat tugu, letaknya di bawah piramida yang terbuat dari kaca. Di museum tersebut, pengunjung dapat menyaksikan patung peraga dan ukiran yang menggambarkan peristiwa 10 November 1945. Tidak hanya itu, di museum Anda juga dapat melihat koleksi pidato Bung Tomo dan rekaman suara Bung Tomo saat menolak ultimatum tentara sekutu yang mengharuskan rakyat Surabaya menyerah.

Hotel Yamoto. Momen bersejarah terjadi di hotel yang dulunya bernama Yamamoto ini. Jika Anda pernah menonton film sejarah kemerdekaan di mana ada adegan pejuang Indonesia naik ke atas hotel guna merobek bendera Belanda yang berwarna Biru, sehingga tinggal menjadi bendera berwarna Merah Putih, maka kejadian itu tepat berada di hotel Yamoto, Surabaya. Hotel yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit sejak awal telah dibangun dan telah melewati masa penjajahan Belanda dan Jepang. Hotel ini menjadi saksi peristiwa perjuangan anak bangsa merebut kemerdekaan dari penjajah.

Penjara Kalisosok. Penjara yang terletak di Jalan Kalisosok ini konon ditakuti dan dibangun pada masa Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels. Penjara ini termasuk salah satu saksi sejarah peristiwa 10 November 1945. Kini, tembok bangunan ini sudah dipenuhi dengan mural.

Jembatan Merah.   Jembatan ini melintas tepat di atas Kali Mas. Kawasan ini kini telah menjadi area Pecinan, di sebelahnya terdapat kawasan yang ramai dengan komunitas Arab. Mulanya jembatan dibangun untuk menghubungan Surabaya sebelah timur dengan wilayah Surabaya sebelah barat. Sebelah Timur Kota Surabaya merupakan area pedagang dan pelaut asing. Sementara di sebelah Barat dulunya merupakan kawasan pemerintahan kolonial Belanda. Kemudian saat pertempuran melawan tentara Belanda dan Sekutu, para arek-arek Suroboyo bertahan di kawasan Jembatan Merah. (*)

 

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: