’17/71: Goresan Juang Kemerdekaan’ Koleksi Lukisan Kepresidenan

lstana Kepresidenan untuk pertama kalinya akan menampilkan karya-karya seni terbaik dalam Pameran Koleksi Seni Rupa lstana Kepresidenan Republik lndonesia.
, Majalah Kartini | 07/08/2016 - 10:00
MajalahKartini.co.id – Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Istana Kepresidenan Republik Indonesia menggelar pameran sejumlah koleksi lukisan dan foto-foto kepresidenan. Pameran bertajuk ’17/71: Goresan Juang Kemerdekaan’ tersebut dibuka untuk umum mulai 2 hingga 30 Agustus 2016 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Dari sekira 15.000 lebih koleksi, terpilih 28 lukisan karya pelukis berpengaruh Tanah Air dan mancanegara yang sebagian besar merupakan koleksi Presiden RI pertama Soekarno. Selain dari Istana Negara, sejumlah lukisan didatangkan khusus dari Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Yogyakarta.
Salah satu koleksi yang jarang dijumpai publik adalah lukisan ‘Potret R.A. Kartini’ hasil goresan tangan Trubus Sudarsono. Sosok Kartini yang biasanya tampil dalam balutan potret hitam-putih, kini terlihat jelas dalam goresan Trubus. Lukisan tersebut dibuat pada 1946-1947 ketika sang pelukis masih berusia belasan tahun atas permintaan Sukarno untuk melukis potret pahlawan.
Dalam beberapa foto seremoni kenegaraan, lukisan ini kerap muncul. Menariknya, Kartini dalam lukisan tersebut tidak berlatar belakang kota kelahirannya, Rembang, tetapi justru digambarkan dengan suasana Alun-alun Yogyakarta, tempat dimana Trubus belajar dan mengasah keterampilannya.
Pameran ini juga menampilkan lukisan karya Ir. Sukarno bertajuk ‘Rini’ yang diselesaikannya di Bali. Pada awalnya, sketsa lukisan ini dikerjakan oleh Dullah, pelukis Istana Presiden. Tetapi belum lama membuat garis-garis sketsa, Dullah meninggalkan kanvas lukisnya. Pada awal Desember 1958, Bung Karno kembali ke Bali selama sepuluh hari dan menyelesaikan goresan awal Dullah tanpa sepengetahuannya.
Di pameran ini pun para pengunjung berkesempatan untuk melihat langsung sejumlah karya besar para pelukis kebanggaan Indonesia seperti lukisan ‘Penangkapan Pangeran Diponegoro’ karya Raden Saleh, ‘Kawan-kawan Revolusi’ karya S. Sudjojono, ‘Memanah’ karya Henk Ngantung, hingga ‘Gadis Melayu dengan Bunga’ karya maestro lukis dunia Diego Rivera yang sebelumnya menjadi lukisan yang sangat langka dan berharga bagi negara dan rakyat Meksiko.
Dalam pameran ini, untuk pertama kalinya masyarakat dapat menikmati keindahan karya seni terbaik yang selama ini menghiasi istana di seluruh Indonesia. Koleksi luar biasa ini bermula dari keinginan Presiden Sukarno yang dikenal memiliki selera seni sangat tinggi.
Tak heran jika sebagian koleksi itu adalah hasil upaya Presiden Soekarno sendiri, yang tak segan langsung berbelanja ke berbagai galeri atau sanggar seni. Sebagian lukisan itu juga buah tangan dari pemimpin negara-negara lain saat berkunjung ke Indonesia. (Foto: Muhammad Meisa)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: