12 Perempuan Inspiratif Raih Penganugrahan Award dari PPLlPI

Memunculkan tokoh-tokoh perempuan yang dapat memberi inspirasi dan memotivasi kepada perempuan Indonesia.
, Majalah Kartini | 09/05/2017 - 12:06

12-Perempuan-Inspiratif-Raih-Penganugrahan-Award-dari-PPLlPI

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir pertama, Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi (PPLIPI) juga memberikan Penganugrahan Award kepada 12 Perempuan lnspratif di Hotel Ambhara Jakarta, Senin (8/5).

Berikut 12 perempuan yang mendapat apresiasi yakni Irna Narulita SE, MM Bupati Pandeglang; Airin Rachmi Diany SH, MKn, MH Walikota Tanggerang Selatan; Dr. Neneng Hassanah YasinBupati Bekasi; Hj. Indah Damayanti PuteriBupati Bima; Rita \Mdyasari Syaukari Bupati Tenggarong; Hj. Imas Aryumningsih, SE. Bupati Subang; Okky Asokawati, Anggota DPR RI; Nita Yudi, Ketua lWAPI; Yani Marlina, Ketua PKK Kota Bima dan Pemerhati UMKM; Inne Noor, Ketua Dewan Pimpinan Mlayah (DPW) PPLlPI Provinsi DKI Jakarta; Lenny Terek, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPLlPI Provinsi Kepulauan Riau; Vonny Queentina Hamid, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPLlPI Provinsi JABAR.

Dra Hj Indah Suryadharma Ali Ketua umum PPLIPI dalam sambutannya mengatakan jam terbang PPLIPI relatif baru sekitar enam bulan. “PPLIPI memang dideklarasikan pada 17 April 2016, tetapi gerak PPLIPI baru dimulai setelah pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat PPLIPI, yaitu pada 9 November 2016,” kata Indah.

Ia mengatakan dalam kurun waktu demikian singkat, eksistensi PPLIPI sesuai dengan Anggaran Dasar-nya, yaitu sebagai wadah bagi perempuan untuk menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun materi dalam rangka mengangkat harkat dan martabat perempuan melalui upaya pemberdayaan perempuan baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan dan politik, baik secara nasional maupun global, telah mendapat respon sangat positif dari masyarakat luas.

Indah menjelaskan, saat ini di tingkat pusat sudah tergabung lebih dari 100 Pengurus yang memiliki profesi beragam. Di tingkat Cabang, baik di DPW dan DPC yang sudah terbentuk yaitu, DPW DKI Jakarta dan DPC se DKI Jakarta, DPW Kepri dan DPC se Kepri, DPC Bima, serta DPW Jawa Barat dan DPC Tasikmalaya, rata-rata juga melibatkan sekitar 100 orang pengurus dengan berbagai profesi.

Menurut Indah, kekuatan ini tentu bisa diproyeksikan untuk menjadi trigger, pencetus perubahan yang signifikan bagi kemajuan perempuan Indonesia di masa yang akan datang. “Sehingga peran perempuan, yang menurut data statistik kependudukan populasinya berimbang dengan kaum laki-laki, diharapkan dapat menjadi pilar bangsa yang potensial dalam berkontribusi untuk pembangunan Bangsa dan Negara,” jelasnya.

Sambutan positif keberadaan PPLIPI juga datang dari pihak ketiga. Di antaranya dengan pihak Telkom, PPLIPI telah menandatangani MOU untuk bergandengan tangan meningkatkan kualitas perempuan pelaku UKM. Sementara dengan pihak FSTPI ( Forum Stop TB Partnership Indonesia) yang diketuai Arifin Panigoro, PPLIPI juga telah berkolaborasi untuk ikut berperan dalam upaya mengakhiri TB (Tuberkulosis) di Indonesia.

“PPLlPI me-launching kerjasama dengan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menggunakan kartu e-money, yang berfungsi sebagai Kartu Anggota PPLIPI sekaligus berfungsi untuk memudahkan berbagai transaksi daIam kegiatan sehari-hari, khususnya kegiatan dalam berbisnis,” jelas Donna Abd Latif, Wakil Ketua Umum Kemitraan.

Selain itu, kata Donna, sebagai bentuk apresiasi kepada para perempuan yang memiliki semangat untuk membantu perekonomian keluarga, yang sekaligus bisa juga membuka lapangan perkerjaan, dengan memilih untuk terjun ke bidang usaha sebagai Woman Micro Business Entrepreneur.

“Kerjasama dengan pihak BRI ini kami proyeksikan untuk di up-grade menjadi lebih bermanfaat antara lain dengan memberi akses lebih mudah dan lebih menguntungkan bagi para pengusaha mikro yang tergabung di PPLlPI, baik sebagai anggota maupun sebagai binaan untuk mendapatkan bantuan dana sebagai modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) fasilitas BRl, khususnya bagi para pengusaha katagori Bisnis Rintisan (Start Up Business) dan belum dapat mengakses Industri Perbankan (unbankable),” papar Donna.

Sementara untuk memberi akses peningkatan kualitas diri (self-empowerment). “Pada kesempatan ini pula PPLlPI meresmikan Training Center atau Balai Pelatihan, bagi para perempuan, baik anggota PPLlPI, simpatisan maupun masyarakat luas. Program pelatihannya telah kami kemas sesuai kebutuhan, tepat guna dan kredibel,” jelas Donna.

Maya Miranda Sekretaris PPLlPI menjelaskan sebagai upaya percepatan dalam pencapaian tujuan organisasi sebagai mana tersirat di atas, berbagai terobosan telah dilakukan. Antara lain adalah upaya-upaya untuk mendapat pengarahan dan dukungan dan berbagai pihak baik dari tokoh, lembaga, maupun pemangku kebijakan pro gender yang kompeten, baik secara formal maupun non formal, agar Visi dan Misi PPLlPI dapat tercapai dengan optimal.

“Berkaitan dengan terobosan di atas, maka sudah menjadi program prioritas kami bahwa pada setiap acara besar PPLlPI, baik di tingkat pusat maupun di cabang, kami harus mampu untuk memunculkan tokoh-tokoh perempuan yang dapat memberi inspirasi dan memotivasi kepada perempuan lain, baik yang ada di lingkungan PPLlPI, maupun di masyarakat luas,” kata Maya. (Foto: Dok. PPLlPI)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: