1 dari 4 Orang Dewasa Mengalami Masalah Kesehatan Jiwa

Gangguan jiwa adalah sekumpulan gejala atau pola perilaku, atau psikologis seseorang, yang secara klinik cukup bermakna.
, Majalah Kartini | 10/10/2016 - 16:00

MajalahKartini.co.id – Berdasarkan UU Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan RI “Sehat jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya”

Menurut informasi yang dilansir dari Departemen Kesehatan RI tahun 2003, ciri-ciri Jiwa Sehat antara lain:
– Memiliki perasaan sehat dan bahagia dan merasa nyaman terhadap dirinya, sehingga mampu mengatasi amarah, iri hati, rasa cemas, rendah diri, takut, dan kecewa, serta mampu menilai dirinya sendiri dengan sepatutnya
– Dapat menerima orang lain apa adanya, mempunyai sikap positif terhadap diri dan orang lain serta merasa nyaman berhubungan dengan orang lain, sehingga mampu menerima dan mencintai, serta menggunakan akalnya dengan sehat.
– Selain itu, sehat jiwa juga dapat menyadari kemampuan diri, mampu menghadapi tantangan dan kebutuhan hidupnya, menerima tanggung jawab, mengambil keputusan, mempunyai tujuan hidup nyata, dan merancang masa depannya.

Hasil riset World Federation Mental Health (WFMH) 2016, satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan jiwa pada satu waktu dalam hidupnya dan setiap 40 detik di suatu tempat di dunia ada seseorang yang meninggal karena bunuh diri (WFMH, 2016).

Diagnostic and Statistical Manual of Mental (DSM-IV) mendefinisikan, gangguan jiwa adalah sekumpulan gejala atau pola perilaku, atau psikologis seseorang, yang secara klinik cukup bermakna, dan yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distres) atau hendaya (disabilitas) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia.

Gangguan jiwa termasuk burden of disease atau penyakit yang membebani ekonomi negara, masyarakat, serta keluarga oleh karena produktivitas pasien menurun dan akhirnya menimbulkan beban biaya yang besar bagi pasien dan keluarga. Dari sudut pandang pemerintah, gangguan ini menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang besar.(Foto: robertoforzoni.com)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: