Masih Alinejad, Pakai Facebook untuk Lawan Kebijakan Hijab Irak

Grup Facebok Alinejad, “My Stealthy Freedom”, sekarang telah punya 820,000 follower yang secara diam-diam memprotes kebijakan hijab Irak.
, Majalah Kartini | 09/03/2017 - 10:02

 

 

Masih Alinejad Pakai Facebook untuk Lawan Kebijakan Hijab Irak

MajalahKartini.co.id – Mengenakan hijab bagi kaum muslim wanita di Irak adalah sebuah kewajiban. Hukum di Irak memang mewajibkan para perempuan dan anak perempuan berusia 7 tahun ke atas untuk mengenakan hijab ketika mereka berada di tempat publik. Pergi ke luar tanpa hijab, bahkan hanya mengenakan syal kepala, akan berakibat hukuman. Dan pada tahun 2014, polisi Irak telah memperingati, mendenda, dan menangkap 3,6 juta perempuan karena memakai pakaian yang tak pantas.

Masih Alinejad, seorang jurnalis dan aktifis Irak yang tinggal US, ingin merubah hal ini, dan dia mulai mengajak para wanita Irak untuk mengirim foto diri mereka yang menikmati hari dengan rambut mereka yang tak tertutup. Tahun lalu, 3.6 juta wanita di Irak mendapat peringatan, didenda, atau ditangkap karena tidak mengenakan hijab. Masih Alinejad pun memprotes peraturan ini dengan mengajak para wanita untuk berbagi foto mereka tanpa tutup kepala.

“Sebagai seorang anak laki-laki, kakakku adalah simbol kebebeasan yang tidak kumiliki. Bagaimana dia seperti bebas berlari di sawah hijau yang cantik,” jelas Masih Alinejad. Masih Alinejad berada dibalik kemudi, tanpa memakai hijab. Lebih dari 375.000 orang telah memberi jempol bagi laman Facebook buatan Alinejad, ‘Azadiye Jawaschaki’ atau kebebasan tersembunyi, dan lebih dari 100 perempuan Iran yang mengirim foto mereka di publik tanpa mengenakan hijab.

“Setelah dia memposting fotonya sendiri tanpa tutup hijab, orang lain pun mulai mengikutinya. Beberapa dari foto yang dikirim oleh para gadis muda lainnya dan mengatakan kalau mereka hanya ingin merasakan angin membelai rambut mereka.

masih alinejad

Ini bentuk protes mereka atas wajib hijab, dan mereka ingin seluruh dunia untuk menyaksikan. Perempuan-perempuan anonim ini berbagi momen kebebasan tersembunyi lengkap dengan teks pendek.

1

Foto:MyStealthyFreedom

Ada foto seorang perempuan muda tanpa hijab di sebuah gurun. Ia menulis: “Saya telah lama menunggu gerakan semacam ini dan saya berharap sebentar lagi kebebasan semacam ini tak perlu lagi tersembunyi”. Grup Facebok Alinejad, “My Stealthy Freedom”, sekarang telah punya 820,000 follower yang secara diam-diam memprotes kebijakan hijab Irak.

3

Foto:MyStealthyFreedom

Para perempuan Irak akan melawan kebijakan ini untuk mendapatkan hak yang telah dirampas dari mereka. Mereka mengungkapkan jika hal tersebut adalah hal yang menyenangkan ketika bisa membelai rambut indah di bawah langit biru. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk melepas kerudung mereka. Menjadi diri sendiri adalah pengalaman yang paling menggembirakan. Karena itu para wanita Irak mengharapkan kebebasan bagi mereka mengenai hijab.

Seperti kata Masih Alinejadi, mengenakan hijab atau tidak adalah murni dari niat dan hati masing-masing pribadi, tanpa ada paksaan. Konsekuensi dari gerakan ini tidak hanya tertutup pada dunia virtual. “Kebahagiaan adalah hak warga Iran,” kata Presiden Iran Hassan Rouhani merespon video ‘Happy’ versi Teheran.  Lanjutnya, “Kita tidak boleh terlalu keras terhadap perilaku yang ditimbulkan oleh kegembiraan.” Namun sang Presiden tidak membuat komentar ini di hadapan pertemuan kabinet atau menulisnya melalui pamflet – ia berbagi opininya melalui Twitter.  (berbagai sumber/Foto:MyStealthyFreedom/Video:YouTube)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: